Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Istri dan Anak Gubernur Lukas Enembe Menolak Diperiksa KPK

Yulce Wenda dan Astract Bona Timoramo, memilih untuk menggunakan hak hukumnya dengan tidak menghadiri pemeriksan KPK

Penulis: Raymond Latumahina | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
MENOLAK PEMERIKSAAN - Tim kuasa hukum Gubernur Papua, Lukas Enembe, saat memberikan keterangan pers terkait penolakan istri dan sant anak untuk menghadiri pemeriksaan KPK sebagai saksi. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Istri Gubernur Lukas Enembe, Yulce Wenda, beserta sang anak, Astract Bona Timoramo, menolak untuk memberikan keterangan sebagai saksi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Demikian disampaikan Petrus Bala Pattyona selaku pengacara keluarga Lukas Enembe kepada wartawan di sebuah hotel berbintang di Kota Jayapura, Papua, Rabu (5/10/2022) malam.

Baca juga: Hadapi Proses Hukum di KPK, Gubernur Lukas Enembe Bakal Didampingi 40 Pengacara

"Kami juga berdiskusi dengan ibu Gubernur, beliau menjelaskan, mendapat panggilan dari KPK untuk menjalankan pemeriksaan hari ini sebagai saksi dan juga putranya, Bona," kata Petrus Bala Pattyona.

Menurutnya, Yulce Wenda dan Astract Bona Timoramo, memilih untuk menggunakan hak hukumnya dengan tidak menghadiri pemeriksan KPK yang telah dijadwalkan.

Petrus Bala Pattyona mengatakan, hak keduanya untuk tidak memberikan keterangan sebagai saksi telah diatur di dalam Undang-Undang KUHAP Pasal 168 dan Pasal 35 Undang-Undang Tipikor.

"Setelah beliau berkonsultasi demikian, maka ibu dan putranya, Bona, menyatakan akan menggunakan hak itu," sambung Petrus Bala Pattyona.

Baca juga: Lukas Enembe Mangkir Panggilan KPK, 32 Tokoh Agama Temui Gubernur Papua di Rumah Pribadi: Ada Apa?

Petrus Bala Pattyona sendiri telah menanyakan secara langsung kepada Yulce Wenda dan Astract Bona Timoramo terkait keterlibatan keduanya.

Namun, keduanya mengaku, sama sekali tidak mengetahui perihal uang sebesar Rp1 miliar yang menjadi dugaan KPK dalam menjerat Lukas Enembe.

Baca juga: Istri dan Anak Lukas Enembe Siap Beri Keterangan ke KPK, Minta Pemeriksaan Dilakukan di Jayapura

"Kita bertanya juga, apakah ibu tahu mengenai kejadian ini? Dia mengatakan tidak tahu, termasuk putranya juga tidak mengerti apa-apa karena pada 1 Mei 2020 itu anaknya ini sedang di Australia," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, ia menambahkan, tim kuasa hukum Lukas Enembe bakal mengirim surat kepada penyidik KPK terkait penolakan istri dan anak Gubernur Papua itu sebagai saksi.

"Nanti secara resmi kami akan menyampaikan surat ke KPK karena ini jaraknya jauh, kan, membuat surat fisiknya, menyerahkan, nanti sekembalinya kami ke Jakarta baru kami menyerahkan surat pemberitahuan," bebernya.

Baca juga: Pramugari Pesawat Jet Pribadi Terseret Kasus Lukas Enembe, Tamara Ungkap Kebiasaan Gubernur Papua

Sebelumnya, lembaga antirasuah tersebut sudah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Yulce Wenda dan Astract Bona Timoramo.

Keduanya bakal diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang saat ini sedang menjerat Lukas Enembe.

Selain istri dan anak Lukas Enembe, KPK juga akan memanggil tiga orang dari pihak swasta, yakni Willicius, Yonater Karomba, dan Frans Manibui dari PT Cenderawasih Mas. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved