Papua Barat Terkini
Mengenal Yosim Pancar, Tari Kegembiraan Anak Muda Papua: Begini 5 Gerakan Dasarnya
Tarian ini berasal dari Biak Numfor, Papua. Tarian tradisional ini umumnya dilakoni pasangan muda-mudi. Baca ulasannya..
"Kalau gale-gale, tong (kita/penari) lenggang empat langkah baru gerak kaki angkat ke atas," kata Yunita.
Untuk gerakan jef penari angkat kaki kanan bergantian dengan kaki kiri dengan hitungan empat kali, diikuti ayunan tangan lalu kembali mulai dari awal lagi.
Gerakan terakhir, pancar adalah penari maju tiga langkah. Pada langkah ketiga penari meloncat lalu mendaratkan kedua kaki.
Zaman dulu, ucapnya, tarian yospan diringi suara gitar bass, ukulele, gitar, dan tifa. Kini, alat-alat musik itu jarang digunakan untuk mengiringi tarian yospan.
Baca juga: Hentak Kaki Yospan di Hari Jadi MRP
Gerakan penari atau tim sanggar lebih banyak diiringi musik atau lagu daerah asal Papua yang sudah termuat dalam bentuk elektronik.
Prinsipnya sama untuk tarian yosman, musik atau lagu tetap bernuansa semangat dan santai.
Soal aksesori, biasanya, penari memakai hiasan kepala, gelang, kalung, dan cat di tubuh.
"Lebih sering gunakan baju yang warna terang (mencolok)," kata Yunita Hendrika Mudai.
Selain warna baju yang terang, kadang-kadang, para penari memakai baju bermotif batik Papua.
Para penari perempuan memakai baju terusan sedangkan laki-laki menggunakan kemeja dan celana panjang. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunpapuabarat.com dengan judul Tari Yospan Cermin Kegembiraan Pasangan Muda-Mudi Papua, Berikut 5 Gerakan Dasarnya,
