Kongres Masyarakat Adat
Presiden dan Ketua DPR Tidak Hadir, Abdon Nababan: Berpotensi Pengaruhi Keputusan saat KMAN VI
Menurut Abdon, pihaknya juga belum mendapatkan balasan atas ketidak hadirnya Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI, Puan Maharani di dalam KMAN VI.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tidak hadirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani sangat berpotensi mempengaruhi berbagai keputusan terkait nasib masyarakat adat dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI pada 24 Oktober besok.
Hak itu disampaikan Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Nasional (DAMANNAS), Abdon Nababan kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (23/10/2022).
"Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI, Puan Maharani inikan kita undang dan kita harap hadir, karena akan berpengaruh terhadap keputusan masyarakat adat dalam KMAN VI besok," katanya.
Padahal, dikatakan kehadiran kedua pemberi keputusan ini sangat dibutuhkan didalam kongres.
Baca juga: AMAN Kaltim Perjuangan Isu Perlindungan Masyarakat Adat di KMAN VI
"Dalam kongres itu ada suasana batin, jadi bukan hanya soal diskusi-diskusinya, maka itu kita lihat saja nanti bagaimana merespon situasi, karena bagaimanapun, mereka ini kita undang baik-baik, pake surat," ujarnya.
Menurut Abdon, pihaknya juga belum mendapatkan balasan atas ketidak hadirnya Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI, Puan Maharani di dalam KMAN VI.
"Sampai hari ini tidak ada alasan yang diberikan oleh mereka kenapa tidak hadir, sementara sesuai informasi yang kita dapat dari kantor Presiden, semua masih terjadwalkan, tetapi masa sudah beberapa hari mau acara, belum ada tanda-tanda persiapan," jelasnya.
Namun pada Prinsipnya tanpa kehadiran Presiden Jokowi RI dan Ketua DPR RI, Puan Maharani tidak mematahkan semangat mereka untuk terus memperjuangkan hak-hak masyarakat saat pelaksanaan KMAN VI. (*)