Kongres Masyarakat Adat
Monumen KMAN VI Papua Jadi Bukti Masyarakat Adat Masih Ada Untuk Indonesia
KMAN VI Papua sangat berarti. Mereka tidak pernah menyangka ada saudara-saudara mereka yang datang dari seluruh Indonesia dan membaur
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pembangunan monumen Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Kampung Yakonde, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menjadi bukti bahwa masyarakat adat masih ada untuk Indonesia.
Baca juga: Tarian Kolosal Warnai Pawai Kongres Masyarakat Adat Menuju Stadion Barnabas Youwe Papua
Hal itu dikatakan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (26/10/2022).
Menurutnya, pembangunan monumen itu dibuat dari inisiatif masyarakat adat di Kampung Yakonde tanpa ada campur tangan panitia KMAN VI Papua.
"Masyarakat adat kampung Yakonde merasa bahwa KMAN VI Papua sangat berarti. Mereka tidak pernah menyangka ada saudara-saudara mereka yang datang dari seluruh Indonesia dan membaur bersama seluruh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura," kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.
Baca juga: Papua Sambut Baik Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Jayapura
Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan monumen KMAN VI Papua juga bukanlah hal yang mudah dan sederhana.
"Masyarakat adat berjuang dengan kekuatan sendiri tanpa ada bantuan dari untuk mendirikan monumen KMAN VI ini untuk Indonesia," ujarnya.
Baca juga: Kongres Masyarakat Adat Nusantara Tunjukkan Warna Baru di Papua
Walaupun sederhana, namun monumen KMAN VI Papua sangatlah penting untuk masyarakat adat, khususnya yang ada di Kabupaten Jayapura ini.
Dengan begitu mereka dapat menunjukan dari negeri matahari terbit, masyarakat adat akan terus menyuarakan persaudaraan, kekeluargaan, dan toleransi untuk indonesia. (*)