Kongres Masyarakat Adat
Curhat Perempuan Mee Pago Nabire di KMAN VI Papua: Pagi sampai Siang di Kebun, Lanjut Rajut Noken
Dari pagi sampai jam 12 itu tong (kita) pergi kebun. Sampai rumah, lanjut rajut noken sampai malam
Oleh sebab itu, perempuan adat Mee Pago Nabire, rela merogoh kocek Rp 300 ribu untuk biaya kapal sekali perjalanan, memboyong semua noken rajutan mereka ke Jayapura.
"Kalau ada kegiatan besar di Jayapura, tong pasti datang. Karena dari situ tong bisa dapat dua sampai tiga, daripada di kampung yang hanya 50 ribu," jelas Pendeka Dou.
Sehingga, lanjutnya, perempuan adat Mee Pago Nabire merasa sangat bersyukur KMAN VI Papua diselenggarakan di wilayah adat Tanah Tabi, Jayapura.
Baca juga: Dihadiri 5.000 Peserta, Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Jayapura Disambut Baik Warga Papua
Dengan begitu, perempuan adat Mee Pago Nabire memiliki kesempatan menjual noken rajutan mereka di sela-sela mengikuti KMAN VI Papua.
Sembari memperkenalkan kepada peserta KMAN VI Papua dari Sabang sampai Merauke tentang noken, warisan budaya asli Papua, Indonesia yang telah diakui dunia. (*)