Sosok Penjabat Gubernur DOB
Sama-sama Rektor, 3 Putra Terbaik Papua Ini Kans jadi Penjabat Gubernur DOB
Kini, ketiganya sama-sama menjabat Rektor pada tigha universitas berbeda di Tanah Papua.
"Mereka ini dapat diangkat terlebih dahulu sebagai pimpinan tinggi madya pada kementerian/lembaga untuk kemudian ditugaskan sebagai Penjabat Gubernur,” sambung Komarudin.
Meky Sagrim
Meky Sagrim adalah Rektor Universitas Papua (2020-2024). Selain menjadi rektor, ia juga menjadi akademisi di bidang pertanian, etnografi dan manajemen lingkungan. Ia lahir pada 5 Mei 1965.
Baca juga: Dipercepat Demi Pemilu 2024, Tiga Pj Gubernur DOB Papua Dilantik Akhir Oktober
Gelar Sarjananya ia peroleh pada tanggal 5 Mei 1965 di Universitas Cenderawasih, setelahnya ia mengambil pendidikan pasca sarjananya di Institut Pertanian Bogor dan berhasil meraih gelar M.Sc pada tanggal 14 Januari 2002.
Setelahnya meraih gelar Dr. di Program Studi Ilmu Kehutanan Major, Jurusan Sosiologi Pedesaan pada Universitas Mulawarman pada 2014.
Beatus Tambaip
Doktor Beatus menjadi sosok fenomenal saat ini. Kehadirannya di arena suksesi 01 Universitas Negeri Musamus (Unmus) itu, mereprentasikan keterwakilan Orang Asli Papua (OAP).
Dialah satu-satunya calon anak negeri dari Selatan Papua yang ikut berkontestasi di pentas demokrasi ala kampus itu.
Keikutsertaan anak asli Papua ini mendapat respon positif nan luar biasa dari berbagai kalangan.
Dukungan masyarakat yang terus mengalir kepada Doktor Beatus Tambaip ini, tentu sangat beralasan.
Mengingat, karakter pribadinya yang low profile alias memiliki kerendahan hati, sederhana dan tidak menampakkan kehebatannya di depan umum.
Padahal, bapa empat anak ini memiliki banyak prestasi akademis dan sederet pengelaman di dunia kampus.
Seabrek jabatan di lingkungan perguruan tinggi maupun di luar kampus pernah disandangnya.
Mulai dari Asisten I Direktur Pasca Sarjana Bidang Akademik di Uncen, Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial Uncen, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Yayasan Lentera Kasih (Yalenka) Maro Merauke (Pendiri).
Kemudian sebagai Peneliti Uncen tentang Program IDT (Dana Desa) di Kabupaten Asmat (1994), Ketua Tim Evaluasi Kinerja Pembangunan Papua Kerjasama Bappenas RI- Uncen (2010), Panitia Seleksi MRP Koordinator Wilayah Ha Anim (2017), Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Pratama (JPP) Eselon II (Kabupaten Boven Digoel, Nabire, Jayapura, Sarmi) 2019-2020 dan masih banyak lagi jabatan di dunia akademik dan non akademik yang pernah dimandatkan kepadanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/07112022-demo_dukung_dob.jpg)