Minggu, 12 April 2026

Info Papua Selatan

100 Hari Kerja Penjabat Gubernur dan Sekda Papua Selatan: Ada Rumusan Pembentukan MRPS

Penjabat Gubernur Apolo Safoanpo dan Penjabat Sekda Sugiarto bakal langsung tancap gas melakukan sejumlah pekerjaan dalam 100 hari kedepan.

Editor: Roy Ratumakin
Puspen Kemendagri
Penjabat Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo melantik Direktur Toponimi dan Batas Daerah Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Sugiarto sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Selatan. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Penjabat Gubernur dan Sekda Papua Selatan bakal tiba di Kota Rusa julukan Kabupaten Merauke, Jumat (18/11/2022).

Penjabat Gubernur Apolo Safoanpo dan Penjabat Sekda Sugiarto bakal langsung tancap gas melakukan sejumlah pekerjaan dalam 100 hari kedepan demi keberlangsungan daerah otonomi baru (DOB) yang dimekarkan dari Provinsi Papua.

Sebelumnya, Direktur Penataan Daerah Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Valentinus Sudarjanto Sumito menyampaikan, dalam program kerja 100 hari pertama, para penjabat gubernur di Tanah Papua harus memastikan pelaksanaan tujuh program prioritas.

Baca juga: Ini Sejarah Monumen Kapsul Waktu, Lokasi Jamuan antarmasyarakat dan Pj Gubernur Papua Selatan

Tujuh program prioritas itu adalah pembentukan organisasi perangkat daerah dan manajemen aparatur sipil negara (ASN), alokasi dana hibah dan percepatan dana transfer, penyusunan peraturan gubernur Rancangan APBD Provinsi, melaksanakan program prioritas nasional.

Selain itu, penjabat gubernur dan sekda menyiapkan sarana dan prasarana berbasis kondisi geografis, pengalihan aset dan dokumen agar tak menjadi masalah di kemudian hari, memfasilitasi pembentukan Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), serta memastikan kelancaran persiapan pemilu dan pilkada serentak 2024.

 

 

Dia menyebut, pemerintah pusat memasang ekspektasi tinggi terhadap tiga penjabat gubernur DOB Papua.

Pasalnya, ketiganya terpilih melalui proses penjaringan yang panjang. Ada sembilan orang yang diusulkan sebelum dipilih satu menjadi penjabat gubernur dari Kemendagri.

Dari sembilan orang itu, kemudian dipilih tiga untuk diajukan ke tim penilai akhir (TPA). TPA kemudian hanya memilih satu nama yang harus disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

“Tiga nama penjabat gubernur itu terpilih melalui penelusuran rekam jejak yang ketat. TPA melibatkan Badan Intelijen Negara, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan lain-lain. Diharapkan, mereka benar-benar bisa bekerja untuk membenahi Papua,” ucapnya.

Baca juga: BESOK Penjabat Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo Bakal Diarak Keliling Merauke, Ini Rutenya!

Apolo Safanpo dalam suatu kesempatan mengapresiasi berbagai pihak yang telah mendukung sehingga proses pelantikan tersebut berjalan dengan lancar.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak atas dukungan dan doa sehingga Penjabat Sekda Provinsi Papua Selatan dapat ditetapkan dan diputuskan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Selatan kami mengucapkan terima kasih banyak kepada yang terhormat Bapak Presiden dan Bapak Mendagri yang telah merestui, memutuskan dan menetapkan untuk pengangkatan dan penetapan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan,” ujarnya.

Dengan dilantiknya Penjabat Sekda Papua Selatan, Apolo pun mengajak seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah di Provinsi Papua Selatan untuk mendukung persiapan pelaksanaan di provinsi tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved