Tribun Militer

Prada Indra Wijaya Tewas di Papua, Keluarga Korban Ungkap Kejanggalan Pihak TNI AU: 'Kami Dikelabui'

Kesaksian kakak Prada Indra, Rika Wijaya mengatakan awalnya keluarga diberi tahu bahwa penyebab kematian Prada Indra ialah dehidrasi berat.

Kompas.com/Ellyvon Pranita
Karangan bunga masih menghiasi sekitar rumah duka almarhum Prajurit Dua (Prada) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Muhammad Indra Wijaya. Dua karangan bunga itu menjadi penanda bahwa keluarga Prada Indra masih berduka meski korban sudah dimakamkan tiga hari lalu, pada Minggu (20/11/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bekas penganiayaan ditemukan pada jenazah Prada Indra Wijaya.

Pihak keluarga almarhum Prada TNI AU Muhammad Indra Wijaya terpaksa membuka secara paksa peti jenazah setiba di rumah duka di Tangerang, Banten.

Peti jenazah dibuka menggunakan palu.

Menurut kesaksian kakak Prada Indra, Rika Wijaya mengatakan awalnya keluarga diberi tahu bahwa penyebab kematian Prada Indra ialah dehidrasi berat.

Kejanggalan ditemukan ketika keluarga ingin melihat kondisi fisik jenazah.

Baca juga: OTK Tembak Warga Sipil di Manokwari Papua Barat, Polisi: Ada Dua Pelaku dan Korban Sempat Dikejar

"Kejanggalannya adalah ketika kami membuka peti jenazah, pihak keluarga bertanya kunci gembok peti jenazah di mana."

"Beliau (perwakilan TNI AU) menjawab bahwa tidak diberikan kunci dari dari sananya, dari Biak sendiri enggak dikasih kunci," ujar Rika, Rabu (23/11/2022).

"Akhirnya pihak keluarga membuka paksa gembok peti jenazah dengan menggunakan palu," lanjut Rika.

Saat peti berhasil dibuka, keluarga pun membuka kain kafan di bagian kepala untuk melihat wajah Prada Indra.

Namun dari bagian kepala justru keluar darah.

"Kami buka kain kafannya mulai dari bagian kepala. Nah mulai dari bagian kepala yang kami lihat adalah darah," ujar Rika.

Darah itu, kata Rika, terlihat keluar dari wajah hingga menembus dan membasahi kain kafan yang membalut jenazah Indra Wijaya.

Kondisi tersebut pun lantas membuat pihak keluarga yang menyaksikan langsung di rumah duka menangis histeris.

"Menembus kain kafan di bagian wajah jenazah, sehingga membuat para keluarga histeris," ungkap Rika.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved