Jumat, 1 Mei 2026

Irjen Ferdy Sambo Bunuh Ajudan

Merasa Bersalah Ikuti Skenario Ferdy Sambo, Bharada E: Saya Dihantui Mimpi Buruk

Bharada E mengaku merasa bersalah telah mengikuti pembunuhan terhadap Brigadir J yang disusun Ferdy Sambo.

Tayang:
WARTA KOTA/YULIANTO
Terdakwa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E berbincang dengan penasihat hukumnya saat menghadiri sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (7/11/2022) - Bharada E mengaku merasa bersalah telah mengikuti pembunuhan terhadap Brigadir J yang disusun Ferdy Sambo. 

Skenario Pembunuhan Brigadir J

Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua, Ferdy Sambo tiba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi.
Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua, Ferdy Sambo tiba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022). Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi. (Tribunnews/Jeprima)

Dalam kesaksiannya, Bharada E juga mengungkapkan skenario pembunuhan Brigadir J. Skenario pembunuhan itu terjadi saat ia dipanggil ke lantai 3 rumah pribadi di Saguling.

Setelah bertemu Ferdy Sambo, Richard Eliezer diminta duduk dan ditanya tentang peristiwa di Magelang yang dialami Putri Candrawathi.

“Pak FS (Ferdy Sambo) bilang ada kejadian apa di Magelang,” kata Eliezer.

“Siap, saya tidak tahu, Bapak,” ucapnya menjawab Sambo kala itu.

“Dia (Sambo) diam, nangis,” ujar Richard Eliezer lagi.

Kemudian, Ferdy Sambo menceritakan adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami istrinya oleh Brigadir J.

Baca juga: Ferdy Sambo Marah lalu Menangis saat Perintahkan Anak Buahnya Musnahkan CCTV: Pastikan Hancur Semua

“Yosua sudah melecehkan ibu di Magelang!” kata Sambo kepada Eliezer.

“Saya kaget, takut, karena posisinya kami ajudan di Magelang,” ujar Eliezer.

“Dia bilang kurang ajar, anak ini sudah merendahkan harkat martabat saya,” kata Eliezer menirukan perkataan Sambo kala itu,

“Habis dia bicara, ada sisi dia nangis,” ungkap Eliezer.

“Memang harus dikasih mati anak itu!” kata Eliezer kembali menirukan perkataan Sambo.

Ferdy Sambo kemudian meminta Eliezer untuk membunuh Brigadir J sebagaimana skenario yang telah disiapkan.

“Nanti kau yang tembak Yosua ya, kalau saya yang tembak, enggak ada yang jaga kita,” kata Sambo, sebagaimana ditirukan Richard Eliezer.

“Jadi gini Chad, skenarionya di 46 Chad, jadi nanti skenarionya ibu dilecehkan Yosua, baru ibu teriak kamu dengar kamu tembak, Yosua yang mati,” ujar Sambo menjelaskan skenarionya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved