Irjen Ferdy Sambo Bunuh Ajudan
Merasa Bersalah Ikuti Skenario Ferdy Sambo, Bharada E: Saya Dihantui Mimpi Buruk
Bharada E mengaku merasa bersalah telah mengikuti pembunuhan terhadap Brigadir J yang disusun Ferdy Sambo.
Skenario Pembunuhan Brigadir J
Dalam kesaksiannya, Bharada E juga mengungkapkan skenario pembunuhan Brigadir J. Skenario pembunuhan itu terjadi saat ia dipanggil ke lantai 3 rumah pribadi di Saguling.
Setelah bertemu Ferdy Sambo, Richard Eliezer diminta duduk dan ditanya tentang peristiwa di Magelang yang dialami Putri Candrawathi.
“Pak FS (Ferdy Sambo) bilang ada kejadian apa di Magelang,” kata Eliezer.
“Siap, saya tidak tahu, Bapak,” ucapnya menjawab Sambo kala itu.
“Dia (Sambo) diam, nangis,” ujar Richard Eliezer lagi.
Kemudian, Ferdy Sambo menceritakan adanya dugaan pelecehan seksual yang dialami istrinya oleh Brigadir J.
Baca juga: Ferdy Sambo Marah lalu Menangis saat Perintahkan Anak Buahnya Musnahkan CCTV: Pastikan Hancur Semua
“Yosua sudah melecehkan ibu di Magelang!” kata Sambo kepada Eliezer.
“Saya kaget, takut, karena posisinya kami ajudan di Magelang,” ujar Eliezer.
“Dia bilang kurang ajar, anak ini sudah merendahkan harkat martabat saya,” kata Eliezer menirukan perkataan Sambo kala itu,
“Habis dia bicara, ada sisi dia nangis,” ungkap Eliezer.
“Memang harus dikasih mati anak itu!” kata Eliezer kembali menirukan perkataan Sambo.
Ferdy Sambo kemudian meminta Eliezer untuk membunuh Brigadir J sebagaimana skenario yang telah disiapkan.
“Nanti kau yang tembak Yosua ya, kalau saya yang tembak, enggak ada yang jaga kita,” kata Sambo, sebagaimana ditirukan Richard Eliezer.
“Jadi gini Chad, skenarionya di 46 Chad, jadi nanti skenarionya ibu dilecehkan Yosua, baru ibu teriak kamu dengar kamu tembak, Yosua yang mati,” ujar Sambo menjelaskan skenarionya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Bharada-Richard-Eliezer-atau-Bharada-E-berbincang-dengan-penasihat-hukumnya.jpg)