Pemekaran Papua

Kabag Ops Polres Jakarta Pusat Dilempar Demonstran Penolak DOB Papua, Pelaku Kini Diburu

Sosok yang diduga melempar batu tersebut hingga membuat korban terluka di kepala tengah diusut.

Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI ; Sejumlah mahasiswa dari Aliansi Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019). Aksi tersebut sebagai bentuk kecaman atas insiden di Surabaya dan menegaskan masyarakat Papua merupakan manusia yang merdeka. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kabags Ops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Saufi Salamun terkena lemparan batu dari demosntran tolak daerah otonomi baru (DOB) Papua, Kamis (1/12/2022).

Kini, polisi tengah menyelidiki hingga memburu pelaku.

Sosok yang diduga melempar batu tersebut hingga membuat korban terluka di kepala tengah diusut.

"Kami masih identifikasi orang yang membuat atau menyebabkan Kabag Ops terluka. Masih kami identifikasi," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin, Sabtu (3/12/2022).

Baca juga: Demo Tolak DOB dan Otsus di Papua Barat, Massa Blokade Jalan di Manokwari setelah Diadang Aparat

Langkah tersebut dilakukan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat dengan memeriksa kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian, serta menyisir foto dan video terkait aksi demontrasi tersebut.

Komarudin pun memastikan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menangkap satu pun massa aksi yang diduga sebagai pelempar baru.

"Ada beberapa hal yang kita lakukan diantaranya mencari CCTV, video, foto. Kita masih identifikasi. Jadi belum ada," kata Komarudin.

Adapun aksi unjuk rasa itu berlangsung di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2022).

Salamun diduga terkena lemparan batu saat akan menurunkan bendera yang dibawa oleh peserta unjuk rasa.

"Diduga karena lempar batu saat kami ingin menurunkan satu buah bendera yang dibawa oleh mereka," ungkap dia.

Saat ditanya apakah bendera yang dibawa oleh massa merupakan bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM), Komarudin menyanggahnya.

Baca juga: Tidak Gentar, PRP Bakal Aksi Tolak DOB Akhir Juli Ini di Seluruh Indonesia

"Bukan, tapi bendera kemerdekaan yang warna merah. Masih kami dalami," ucap Komarudin.

Setelah mengalami luka di bagian kepala, kata Komarudin, Salamun langsung dibawa ke posko pengamanan untuk mendapat perawatan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Buru Pelempar Batu ke Kabag Ops Polres Jakpus Saat Kawal Demo Tolak Otonomi Papua",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved