Pemkab Jayapura
Gaet Perdhaki, Pemkab Jayapura Target Eliminasi Malaria 2030
Perdhaki merupakan suatu unit yang memayungi unit karya Gereja Katholik untuk pelayanan kesehatan berkerja sama dengan Kementerian Kesehatan.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Perwakilan Persatuan Darma Karya Kesehatan Indonesia (Perdhaki), Hardus Desa, mengatakan Kabupaten Jayapura, Papua sebagai tempat tertinggi untuk kasus Malaria.
Hardus menjelaskan Perdhaki yang merupakan suatu unit yang memayungi unit karya Gereja Katholik untuk pelayanan kesehatan berkerja sama dengan Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Sekda Hana Hikoyabi: Bupati Mathius Awoitauw dan Wabup Giri Wijayantoro Sosok Paling Ramah!
Memulai kerja sama bersama Pemkab Jayapura pada 2015 lalu dan ambisius mencanangkan emliminasi Malaria pada 2030.
"Dari pusat juga bekerja sama dengan Perdhaki ditingkat keuskupan Jayapura di Timika, Merauke, Agats, kami melihat dengan angka Malaria terbanyak dan kemudian membantu pemerintah,"ujarnya, di Kantor Bupati, Sentani, Distrik Sentani, Sabtu (10/12/2022).
Perdhaki melakukan pendekatan dari kampung-kampung dan mempunyai dua kader di 10 kampung di Kabupaten Jayapura.
Hardus menjelaskan mengenai dukungan pihaknya memberantas Malaria melalui kebijakan, tenaga kesehatan terlatih dengan bantuan Puskesmas, obat-obatan, juga laporan-laporan.
Baca juga: Hana Hikoyabi Minta OPD Pemkab Jayapura Kebut Penyerapan Anggaran
Menurutnya, berantas Malaria bukan hanya menjadi tugas Dinas Kesehatan tetapi Dinas Pemberdayaan Kampung.
"Ini bukan soal mengobati malaria hingga tuntas tetapi membentuk trasformasi pelaku manusianya sendiri dan mempunyai pola hidup yang bersih, penataan dalam lingkungan keluarga, dan kampung,"jelasnya. (*)