Perayaan Natal di Papua
Pesan Pastor Paroki St Stefanus Sempan Timika saat Ibadah Natal: Ini Pesta Persatuan
Kita melihat sisi lain dari Natal tahun ini sebagai pesta persatuan karena sesungguhnya Tuhan mau bersatu dengan kita
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Lapran Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Perayaan Natal 2022 menggema di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Ribuan umat kristiani melaksanakan ibadah natal di gereja-gereja yang ada di Timika.
Salah satunya di gereja St Petrus yang terletak SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika.
Baca juga: Ucapkan Selamat Natal, Jokowi: Semoga Kedamaian, Kebahagiaan, dan Cinta Kasih Memayungi Langkah Kita
Pembacaan injil misa Natal 25 Desember 2022 adalah Yohanes yaitu pada mulanya ada firman, dan firman itu bersama Allah, dan itu Allah dimana firman telah menjadi manusia yang tinggal di antara kita.
"Saat ini para pemimpin kadang kala mengunjungi kita, mulai presiden hingga ke bawah layaknya Yesus mengunjungi umatnya," ungkap Pastor Paroki St Stefanus Sempan, Maximilianus Dira OFM kepada Tribun-Papua.com, Minggu (25/12/2022).
Lebih lanjut dia mengatakan, Natal tahun ini begitu nikmat dan semua orang bisa merayakan dengan penuh gembira dan suka cita.
"Kita melihat sisi lain dari Natal tahun ini sebagai pesta persatuan karena sesungguhnya Tuhan mau bersatu dengan kita," ucapnya.
Baca juga: 12 Ucapan Selamat Natal dalam Bahasa Inggris Lengkap dengan Artinya, Bisa Dibagikan Lewat WA
Masih menurut Pastor, Yesus Kristus adalag Allah dan Dia tinggal dengan Allah didalam diri semua umatnya.
Ia juga besatu dengan manusia untuk itu dia lahir dalam bentuk darah dan daging seperti manusia.
Pastor juga mengajak semua umat untuk bersatu dengan keluarga dan masyarakat. Bersatu memuji Tuhan terus meluas hingga seluruh bangsa melihat penyelamatan Allah.
Itulah perwujudan bersama memuja Tuhan dalam keluarga kecil karena kesatuan merupakan harapan dan cita-cita," ajaknya.
Baca juga: Khidmat, Umat Kristiani di Kota Jayapura Papua Ikuti Ibadah Natal
Menurutnya, keluarga yang berkelahi, marah- marah sulit untuk maju demi hidup lebih baik. Sebaliknya keluarga bersatu, akur, rukun, kehidupan dan pendidikan anak-anaknya mendapt perhatian cukup.
"Kalau kepala keluarga besatu maka ibu anak akan bersatu begitupun sebuah gereja," ujarnya.
Tambahnya, Tuhan bersatu dengan kita maka kita besatu dengan Tuhan. Maka mari kita besama bergembira dan bersukacita. Selamat Natal selamat persatuan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/natal-di-timika.jpg)