Mimika
Harga Cabai di Mimika Semakin Pedis, Kini Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
Egi, pedagang di Pasar Sentral Mimika mengatakan, kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan barang yang masuk ke Timika,
Ringkasan Berita:
- Lonjakan Harga Cabai: Harga cabai rawit di Pasar Sentral Mimika melonjak drastis hingga mencapai Rp120 ribu per kilogram dari harga normal Rp60 ribu–Rp80 ribu akibat stok yang kosong.
- Penyebab Kenaikan: Pedagang menyebut kenaikan dipicu oleh terbatasnya pasokan yang masuk ke Timika dan tidak lancarnya distribusi barang melalui jalur udara.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Rasa pedis cabai rawit di Pasar Sentral Mimika kini tidak hanya dirasakan di lidah, tetapi juga mulai menyiksa kantong para ibu rumah tangga. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas bumbu dapur utama ini melonjak drastis hingga menembus angka Rp120 ribu per kilogram akibat menipisnya pasokan.
Egi, pedagang di Pasar Sentral Mimika mengatakan, kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya pasokan barang yang masuk ke Timika, sementara distribusi melalui jalur udara juga tidak selancar biasanya.
"Harga cabai rawit sekarang Rp120 ribu per kilogram. Sebelumnya masih di kisaran Rp 60 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram, tapi stok sekarang kosong," ujarnya di Pasar Sentral Mimika, Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Dinas Pariwisata Matangkan Kesiapan Festival Biak Munara Wampasi 2026
Selain cabai rawit, harga bawang merah dan bawang putih juga berada di angka Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, tomat dijual Rp50 ribu per kilogram, meski saat ini stok di pasaran mulai menipis.
Kenaikan harga juga terjadi pada wortel yang kini mencapai Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp30 ribu per kilogram. Pedagang menyebut pasokan wortel sedang kosong sehingga memengaruhi harga jual.
Untuk kentang dan kol, harga masih bertahan di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Sementara jeruk limau dijual Rp30 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga sayuran hijau relatif stabil, yakni Rp5 ribu per ikat. Namun, jumlah hasil panen yang masuk ke pasar berkurang akibat cuaca hujan yang memengaruhi produktivitas petani.
Baca juga: Misi Pertahankan Juara, Bupati Biak Lepas Kontingen Pesparawi ke Manokwari
"Sayur masih Rp5 ribu per ikat, cuma jumlah ikatanya berkurang karena cuaca hujan sehingga banyak petani gagal panen," katanya.
Komoditas rempah-rempah juga mengalami kenaikan. Jahe dijual Rp 80 ribu per kilogram, sementara kunyit ikut mengalami penyesuaian harga di pasaran.
Pedagang berharap pasokan dari luar daerah kembali lancar agar harga berbagai kebutuhan pokok dapat kembali normal dan tidak semakin membebani masyarakat.(*)
| Sekda Mimika Desak Percepatan Program, Soroti Penyerapan Anggaran di Bawah 50 Persen |
|
|---|
| Geliat TIFA Kreatif 2026, Mimika Pacu Ratusan UMKM Berbasis Budaya Lokal |
|
|---|
| ASN Mimika Kini Bisa Naik Pangkat Tiap Bulan Tanpa Tunggu Periode April dan Oktober |
|
|---|
| Misa Minggu Palma di Katedral Tiga Raja Timika Dipadati Umat, Ini Pesan Pastor Benyamin Magai |
|
|---|
| DPUPR Mimika Targetkan Pengaspalan Jalan Petrosea-Bandara Mozes Kilangin Rampung 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/siasiricapedisisisis.jpg)