Lukas Enembe Ditangkap KPK

KPK Segera Usut Dugaan Aliran Uang Korupsi Lukas Enembe ke Organisasi Papua Merdeka

Pemeriksaan Yulce Wenda juga untuk memastikan dugaan ada atau tidaknya aliran dana kepada tokoh OPM, Benny Wenda.

Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe usai diperiksa tim penyidik KPK terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/1/2023). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA - Kasus suap dan gratifikasi miliaran rupiah yang menjerat Gubernur Papua non-aktif Luaks Enembe terus diproses.

Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan segera mengusut dugaan adanya aliran uang korupsi oleh Lukas Enembe kepada Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pengusutan aliran dana ke OPM dilakukan menyusul pemeriksaan terhadap istri Lukas Enembe, Yulce Wenda.

Pemeriksaan Yulce Wenda juga untuk memastikan dugaan ada atau tidaknya aliran dana kepada tokoh OPM, Benny Wenda yang selama ini berkoar-koar di luar negeri soal Papua.

Baca juga: Lukas Enembe Diduga Korupsi hingga Triliunan Rupiah, KPK Telisik Aliran Gratifikasi Gubernur Papua

“Kemudian, periksa istri Lukas Enembe? Ini tentu akan didalami dalam proses penyidikan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi yang lain,” kata Alex dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Selasa (17/1/2023).

Lembaga Antirasuah juga akan mendalami hubungan Yulce Wenda dengan OPM.

“Apakah ada keterkaitan yang bersangkutan dengan kelompok yang selama ini berseberangan dengan pemerintah dan seterusnya, pasti akan didalami,” ujar Alex.

Diketahui, KPK juga telah meminta pihak Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencegah Yulce Wenda bersama empat orang lainnya bepergian ke luar negeri.

Tindakan ini dilakukan agar para pihak yang diduga berkaitan dengan perkara ini bersikap kooperatif.

Pada Oktober 2022 lalu, KPK juga telah memanggil Yulce dan anaknya, Astract Bona Timoramo sebagai saksi dugaan suap dan gratifikasi Lukas Enembe. Tetapi, mereka mangkir.

Sebagaimana diberitakan, Lukas Enembe telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap dan gratifikasi pada September 2022.

Lukas Enembe diduga menerima suap dari Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka sebesar Rp 1 miliar untuk memilih perusahaan konstruksi itu sebagai pemenang lelang tiga proyek multiyears di Papua.

Baca juga: Yunus Wonda Mangkir Panggilan KPK, Ali Fikri: Bakal Diperiksa Soal Kasus Gubernur Papua Lukas Enembe

Selain itu, Lukas Enembe diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 50 miliar terkait dengan jabatannya sebagai gubernur.

Saat ini, Lukas Enembe tengah menjalani penahanan di Rutan KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Sebelumnya, Lukas Enembe  ditangkap di salah satu rumah makan di Distrik Abepura, Jayapura, Papua pada Selasa (10/1/2023) siang waktu setempat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Akan Usut Dugaan Aliran Uang Korupsi Lukas Enembe ke OPM",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved