Pemkot Jayapura
Bisnis Kuliner Menjamur, Dispar: Berdampak pada PAD Kota Jayapura
Selain itu, Matias menjelaskan, bisnis kuliner dan kreatifitas lainnya berupa kriya pasca Pandemi Covid-19 trennya semakin meningkat pesat.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Benoni Mano, mengatakan, kebangkitan ekonomi pasca-pandemi Covid-19 memberikan pemasukan bagi Kota Jayapura.
Hal ini tak lain dengan banyak dibukanya kafe maupun restoran di Kota Jayapura.
"Mereka para pelaku usaha yang membayar pajak dan memberi pemasukkan, misalnya saya mau mengeluarkan uang saya tetapi tetap mematuhi aturan yang ada," terangnya.
Selain itu, Matias menjelaskan, bisnis kuliner dan kreatifitas lainnya berupa kriya pasca Pandemi Covid-19 trennya semakin meningkat pesat.
"Untuk itu kita merangsangnya dengan membuat embrio suatu pusat pertumbuhannya di Kota Jayapura dengan membuat Irian Creative Space di Taman Imbi," katanya.
Baca juga: Frans Pekey Kukuhkan Bunda PAUD se-Kota Jayapura
Dengan memanfaatkan ruang di titik nol kilometer Kota Jayapura itu, Matias mengatakan masyarakat ataupun komunitas lebih aktif lagi membuat event sejenis yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor ekraf.
"Misalnya saja baru digelar Imbi Culinary Week, yang menjadi pusat jajanan masyarakat Kota Jayapura dengan memberdayakan sejumlah UMKM yang terlibat," sambungnya.
Sedangkan, Matias mengakui bahwa pengelolaan wisata alam di Kota Jayapura belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Jayapura.
Pasalnya, objek wisata alam masih dikelola masyarakat adat pemilik hak ulayat.
"Hal ini bukanlah suatu kendala, tetapi menjadikan tantangan yang lebih bahwa uang masuk tetapi tidak bisa memberikan retribusi atau membayar pajak," terangnya.
Baca juga: Pemkot Jayapura Gaungkan Sektor Pariwisata dan Ekraf Tahun Ini
Misalnya saja, objek wisata Pantai Base G, Hamadi, dan Holtekamp yang belum memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah.
"Karcis yang didistribusikan itupun bagi pendapatan antara masyarakat dan asuransi," bebernya.
Lebih jauh, Matias menjelaskan program Dispar Kota Jayapura ke depannya yakni melakukan aktivasi atau pemanfaatan ruang-ruang publik sebagai pendukung sektor ekraf.
"Taman Imbi saat ini kita sudah melihat perubahannya, yang sebelumnya terkesan tak terurus tetapi kini semakin gegap gempita dengan berbagai event dan ada booth UMKM di sana," ungkapnya.
Kemudian saat ini pihaknya mulai menghidupkan Taman Mesran di Distrik Jayapura Selatan dengan sektor ekraf.
"Sehingga suasana kota lebih hidup dan masyarakat tak perlu khawatir jika pulang malam, karena kota lebih ramai," tuturnya.
Ke depannya, pihaknya sudah berkomunikasi dengan para kepala distrik pada 5 distrik di Kota Jayapura untuk menciptakan ruang-ruang kreatif untuk dikembangkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/matias-benoni-mano-new.jpg)