Jumat, 1 Mei 2026

Info Jayapura

Jelang Peringatan ke-168 Hari Pekabaran Injil, GKI Imanuel Hamadi Gelar Seminar Sehari

Dijelaskan sejarah di mana Carl Willem Otto and Johan Gottlod Geissler pertama kalinya membawa masuk injil ke Tanah Papua pada 5 Februari 1855.

Tayang:
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/ Hendrik
FOTO BERSAMA - Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (HHBG) Jemaat GKI Imanuel Hamadi menggelar Seminar Sehari, Minggu (29/1/2023). Ini merupakan kegiatan dalam menyambut Peringatan ke-168 Hari Pekabaran Injil pada 5 Februari 2023 mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (HHBG) Jemaat GKI Imanuel Hamadi menggelar Seminar Sehari, Minggu (29/1/2023).

Ini merupakan kegiatan dalam menyambut Peringatan ke-168 Hari Pekabaran Injil pada 5 Februari 2023 mendatang.

Dua narasumber dihadirkan dalam seminar tersebut, yakni Pendeta Martha Wospakrik dan Pendeta Anthon Rumbewas.

Pendeta Martha Wospakrik menjelaskan sejarah di mana Carl Willem Otto and Johan Gottlod Geissler pertama kalinya membawa masuk injil ke Tanah Papua pada 5 Februari 1855.

"Untuk itu, pada 5 Februari tiap tahunya, kita GKI di Tanah Papua merayakannya," kata Pendeta Martha kepada Tribun-Papua.com, Minggu (29/1/2023) di GKI Imanuel Hamadi, Kota Jayapura.

Kata Pendeta Martha, sejarah peradaban Papua tidak terlepas dari peran para misionaris di masa lalu yang datang ke Papua untuk mengabarkan kabar baik dalam injil.

"Selain mengajarkan tentang ajaran-ajaran Kristiani yang terdapat dalam injil, para misionaris ini juga mengajarkan budaya dan tata cara hidup modern kepada orang Papua," ucapnya.

Sementara, dalam seminar, Pendeta Anthon Rumbewas, menjelaskan tentang komunikasi manusia dan Tuhan melalui doa.

"Doa sederhana adalah sarana berkomunikasi antara manusia dengan Allah," ujar Pendeta Anthon Rumbewas.

Adapun, Ketua Majelis Jemaat GKI Imanuel Hamadi Pendeta M. Saiya-Tablaseray mengatakan kegiatan seminar yang dilakukan sangatlah bermanfaat.

"Ini adalah ide-ide yang ada dari panitia untuk melakukan kegiatan ini itu sangat baik."

"Ini kegiatan sangat baik, bukan semata karena kita tidak buat kegiatan hura-hura saja. Tapi ini kegiatan yang berbobot baik guna menambah wawasan dan pengetahuan untuk seluruh warga jemaat," tegasnya.

Baca juga: Bakal Bertolak ke Pulau Mansinam, Wapres Maruf Amin Akan Hadir di HUT Pekabaran Injil Tanah Papua

Menurut Pendeta. M. Saiya-Tablaseray, umat Kristiani harus berisi, berbobot, dan berpengetahuan.

“Kegiatan yang dibuat Panitia HHBG Wijk 3 GKI Imanuel Hamadi sangat saya apresiasi dukung penuh."

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved