Senin, 27 April 2026

Pemprov Papua

Deteksi Kanker Sejak Dini, Dinkes Papua Sasar Screening 1 Juta Wanita Usia Subur

Jenis kanker serviks dan payudara yang paling umum ditemui kasusnya di Papua.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Papua, Arinius Weya didampingi stafnya dr Yullien Kbarek dan Hotmaria Siagian saat menggelar jumpa pers pada ruang kerjanya di Kantor Dinas Kesehatan Papua, Abepura, Senin (6/2/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dinas Kesehatan Provinsi Papua menargetkan screening terhadap 1,2 juta orang dengan kategori kelompok wanita usia subur wi wilayahnya.

Pemeriksaan itu sebagai upaya mendeteksi kanker sejak dini.

Demikian disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Papua, Arinius Weya, dalam jumpa pers diikuti Tribun-Papua.com di Jayapura, Senin (6/2/2023).

"Kami di Dinkes Provinsi Papua secara tupoksinya memang hanya ditugaskan untuk melakukan screening atau deteksi kanker sejak dini pada kelompok wanita usia subur," katanya.

Menurut Arinius, semua kelompok wanita usia subur di Papua menjadi sasaran pihaknya untuk melakukan deteksi dini cegah kanker melalui screening. 

Baca juga: Dinkes Papua Apresiasi Gakeslab dalam Peningkatan Kesehatan di Bumi Cenderawasih

"Kelompok umurnya ialah wanita dengan usia 15 tahun ke atas yang dilakukan screening deteksi kanker," jelasnya.

Dikatakan, tantangan dalam mencegah atau memberantas kasus kanker di Papua adalah kesadaran masyarakat untuk memeriksa diri sejak dini masih sangat minim. 

"Padahal petugas sudah standby atau siap serta layanan kesehatan juga telah tersedia dan dapat diakses dengan mudah," pungkasnya. 

Untuk itu, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan deteksi kanker sejak dini.

"Jadi memang tupoksi Dinkes Papua hanya melatih teman-teman petugas, khususnya Puskesmas untuk melakukan pendeteksian dini atau kanker," ungkapnya.

Adapun deteksi dini kanker tentunya sangat penting untuk memberikan informasi sedini mungkin terkait kondisi kesehatannya, termasuk mengetahui tahapan kanker yang dideritanya. 

"Apabila dalam deteksi dini ditemukan maka baru dilakukan penanganan pada level Puskesmas, tetapi lebih lanjut jika harus membutuhkan dokter spesialis maka akan dirujuk ke rumah sakit," terangnya. 

Arinius mengimbau masyarakat Papua untuk sadar dan proaktif memeriksakan diri ke unit layanan kesehatan. 

Pihaknya juga berkomitmen dalam menangani kasus Kanker di Papua, khususnya pendeteksian dini. 

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved