Info Mimika
Komunitas Peternak Ayam Potong Lokal Minta Pemkab Mimika Perhatikan Melaui Dana Otsus
Dana Otsus Rp 154,3 miliar, kami minta pemerintah memperhatikan kami karena komunitas peternak ini didominasi anak asli Papua
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Para peternak ayam potong yang tergabung dalam kelompok peternak ayam potong Orang Asli Papua (OAP) Nusantara Mimika Sejahtera meminta Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan perhatian melalui dana Otonomi Khusus (Otsus).
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Kelompok Peternak Ayam Potong OAP Nusantara Mimika Sejahtera, Samuel George Awom kepada Tribun-Papua.com, Minggu (19/2/2023) di Timika.
Baca juga: Para Pertenak Ayam Lokal dan Disnakkeswan Mimika Komitmen Setop Impor Ayam Potong dari Surabaya
Masih menurut Samuel George Awom, saat ini peternak ayam lokal sebanyak 34 orang. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah memberdayakan mereka melalui anggaran dana Otsus.
"Dana Otsus Rp 154,3 miliar, kami minta pemerintah memperhatikan kami karena komunitas peternak ini didominasi anak asli Papua," tegasnya.
Dana Otsus yang dimaksud Samuel George Awom adalah untuk membangun kandang ayam di lahan yang sudah tersedia 2 hektare.
"Lahan itu nanti menjadi pusat peternakan ayam lokal asal Mimika," ujarnya.
Permintaan peternak ayam lokal ini lantaran Rumah Potong Hewan dan Unggas (RPHU) disediakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
"Jangan sampai mubadzir, kita adopsi pengusaha lokal agar RPHU itu bisa digunakan secara maksimal," jelasnya.
Melalui usaha ayam potong dengan luas lahan 2 hektare, ke depan Mimika sudah bisa menghasilkan pupuk sendiri dari hasil para peternak.
"Ini harus menjadi bukti. Masa pupuk kita datangkan terus dari luar, tetapi potensi yang ada saat ini malah dibiarkan," katanya.
Baca juga: Mantan Puteri Indonesia Wakil Papua, Maria Tambingon Kini Sukses Jadi Peternak Ayam Petelur
George menargetkan 3-5 tahun ke depan usaha ayam potong lokal sudah swasembada sehingga ayam dari luar tidak perlu lagi.
"Kami akan hasilkan daging ayam segar dan masyarakat bisa konsumsi dengan aman," tukasnya.
Ia mejelaskan, pada Februari 2023 ini hasil penjualan ayam lokal belum maksimal karena kendala pemasaran.
"Di kandang saat ini ada 9.000 ekor ayam yang belum di jual karena dalam satu minggu kami panen 2.000 ekor," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Peternak-Ayam-di-Mimika.jpg)