Kamis, 16 April 2026

Info Jayapura

Hari Peduli Sampah Nasional: Warga Sentani Keluhkan Pengendara Buang Sampah Dipinggir Jalan

Elvira Wambrau dari Club Pecinta Alam (CPA) Hiroshi juga merisaukan kebiasaan warga yang selalu membuang sampah dari kendaraan.

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Sejumlah warga dan anak sekolah dari TK Ria Pembangunan yang mengikuti Jalan Bersih 'Jasi' di Hari Peduli Sampah Nasional di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sejumlah warga di Kabupaten Jayapura menilai kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, Selasa (21/2/2023).

Kepala Sekolah TK Ria Pembangunan, Josina Iwanggen mengatakan minimnya kesadaran buang sampah pada tempatnya bisa dilihat secara kasat mata terjadi di Bumi Kenambai Umbay.

Seperti membuang sampah dari dalam kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua dan roda empat.

Baca juga: SAYEMBARA, Lurah Karang Indah: Tangkap Pembuang Sampah di Jalan Ternate Merauke Papua Selatan

"Saya sendiri lihat tidak ada kesadaran masyarakat, padahal setiap pagi sudah ada petugas yang membersihkan jalan," kata Josina kepada Tribun-Papua.com.

Hal itu kemudian yang dia terapkan di sekolah, untuk mengajari anak peduli dan mencintai dengan lingkungan.

"Anak-anak disekolah saya ingatkan ketika punya sampah disimpan dulu nanti kalau turun dari kendaraan lalu dibuang ke tempat sampah," ujarnya saat Jalan Bersih 'Jasi' dari Kantor Kampung Doyo Lama ke Polres Jayapura.

Menurutnya, saat ini pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup sudah berupaya untuk mengatasi masalah sampah di pinggir jalan. Tetapi kalau tidak ada kesadaran masyarakat percuma.

"Petugas kebersihan ini dengan masyarakat jumlahnya tidak sebanding, kalau mereka kerjanya pagi dan sore masyarakat harus kerja sepanjang hari," jelasnya.

Di sekolah yang dipimpinnya, ada program bersih-bersih sekolah yang dilakukan oleh siswa setiap dua minggu sekali.

Baca juga: Penampungan Sampah di Doyo Lama Bakal Dipindahkan ke Kampung Waibron Jayapura

Walaupun ada petugas kebersihan namun siswa harus bisa mandiri.

"Jadi kami tidak harapkan saja dari petugas kebersihan di sekolah kami juga mengajak anak-anak untuk berpartisipasi untuk mengumpulkan sampah," katanya.

Sementara itu, Elvira Wambrau dari Club Pecinta Alam (CPA) Hiroshi juga merisaukan kebiasaan warga yang selalu membuang sampah dari kendaraan.

"Saya selalu perhatikan pengguna kendaraan ini selalu membuang sampah dari dalam mobil," kata Elvira.

Elvira menegaskan, warga yang menaiki kendaraan terutama roda dua menyediakan tempah sampah di dalam mobil.

Sebagai generasi muda, Elvira berharap semua pihak dapat memperhatikan dan perduli terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Tinggal di Yahim biasanya membuang sampah di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di belakang dekat Pasara Lama. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved