Rabu, 3 Juni 2026

Pesawat Susi Air Terbakar

Sandera Pilot Susi Air, TPNPB-OPM Siap Hadapi TNI-Polri: Kami Sudah Tambah Pasukan

Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom menegaskan pihaknya siap hadapi TNI-Polri jika negosiasi pembebasan pilot Susi Air gagal.

Tayang:
Tribunnews.com/istimewa
Jubir Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom - Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom menegaskan pihaknya siap hadapi TNI-Polri jika negosiasi pembebasan pilot Susi Air gagal. 

Saat ditanya apakah tim penyelamat sudah bertemu dengan pihak KKB Papua, Kombes Benny mengatakan belum mendapatkan informasi lebih lanjut karena hal itu di luar ranahnya.

Baca juga: Operasi Pencarian dan Penyelamatan Pilot Susi Air Masih Berlangsung, Danrem 172/PWY Ultimatum KKB

"Belum mendapatkan informasi lebih jelas karena itu ranah dari Pemda PJ Bupati Nduga dan Ketua DPR," tambahnya.

Benny juga memastikan bahwa Kapten Philip dalam kondisi sehat meski disandera KKB.

"Informasi yang didapat kondisi (Kapten Philip) masih dalam keadaan sehat, tapi saat ini mereka di bawah kelompok kriminal bersenjata."

"Tentunya keselamatan pilot ini adalah yang utama dan setelah itu apabila sudah bisa diselamatkan kita akan lakukan upaya pendekatan hukum," kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, HAM, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pihaknya sebenarnya telah mengetahui lokasi KKP pimpinan Egianus Kogoya yang menyandera Kapten Philip.

Menurut Mahfud MD, dari awal kasus terjadi, tak sulit bagi aparat keamanan untuk mengetahui keberadaan KKB.

Akan tetapi, kata Mahfud MD, aparat tak bisa melakukan penyergapan terhadap KKB karena permohonan pemerintah Selandia Baru.

Baca juga: TPNPB-OPM Sebut Bakal Manfaatkan Pilot Susi Air untuk Hal Ini jika Permintaan Mereka Tak Dituruti

Ia menyebut, pemerintah Selandia Baru khawatir warganya yang disandera akan dieksekusi KKB jika pengepungan dilakukan.

"Ini masalahnya yang disandera orang asing dan begini pokoknya sandera ini akan kami lepas kalau Papua dilepas. Itu ancamannya. Saya katakanlah, loh saya sudah tahu loh tempatnya, koordinat berapa seperti itu. Kamu sudah kita kepung sekarang," ujar Mahfud saat berbincang dengan sejumlah tokoh di kantornya, Jakarta, Selasa (21/2/2023).

"Tetapi begitu kita mau bergerak kan pemerintah Selandia Baru datang ke sini dan (mengatakan) 'kami memohon tidak ada tindak kekerasan karena itu warga kami' agar masalah ini tidak menjadi masalah internasional," ungkapnya.

Oleh karena itu, Mahfud MD mengatakan pihaknya berharap upaya persuasif untuk pembebasan Kapten Philip bisa berhasil.

"Kalau (jadi isu) internasional itu kita yang rugi, oleh sebab itu kita masih tangani ditunggu aja mudah-mudahan ada penyelesaian," tukasnya.

(Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari)(Tribunnews.com/Garudea Prabawati/Igman Ibrahim)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved