Sabtu, 2 Mei 2026

Kerusuhan di Wamena

UPDATE Kerusuhan Wamena, Kabid Humas: Situasi Sudah Terkendali!

"Aparat TNI-Polri masih bersiaga dan melakukan patroli yang ditingkatkan di daerah-daerah pemukiman warga dan sentra ekonomi."

Tayang:
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Humas Polda Papua
Petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api di Kampung Sapalek, Jalan Trans Irian, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Aparat gabungan TNI-Polri masih bersiaga dan meningkatkan patroli di pemukiman warga kemudian sentra ekonomi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, untuk saat ini situasi sudah terkendali.

"Situasi sudah terkendali hingga saat ini," kata Kabid Humas kepada Tribun-Papua.com, Jumat (24/2/2023) melalui pesan singkat.

Baca juga: Pasca-kerusuhan di Sinakma Wamena, Aktifitas PBM Tidak Berjalan

Kata Benny, hingga saat ini Jumat (24/2/2023) aparat TNI-Polri masih bersiaga.

"Aparat TNI-Polri masih bersiaga dan melakukan patroli yang ditingkatkan di daerah-daerah pemukiman warga dan sentra ekonomi," ujarnya.

Kabid Humas menambahkan, saat ini Kapolres sedang rapat dengan forkompimda.

"Saat ini sedang rapat guna menyelesaikan permasalahan yg terjadi agar wamena kembali kondusif aman," tandasnya.

Dipemberitaan sebelumnya, akibat kerusuhan tersebut, membuat aktivitas belajar mengajar di sejumlah jenjang pendidikan di Kota Wamena dihentikan.

Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wamena, Yosep Wibisono.

Baca juga: Kerusuhan di Wamena Sebabkan 9 Warga Tewas, Pembela HAM: Harus Diselidiki!

"Tapi kami pulangkan lebih awal, mengingat secara psikologis, anak-anak sudah terganggu, jadi kalau dipaksakan tidak mungkin," kata Yosep, Jumat (24/2/2023) di Wamena.

PBM yang tidak berjalan bukan hanya di SMAN1 Wamena saja, melainkan terjadi di beberapa sekolah.

"Mungkin juga karena akibat trauma berkepanjangan, sehingga ada sesuatu yang bisa mengganggu psikologi anak-anak otomatis ada anak didik yang datang atau tidak," ujarnya.

Tidak hanya anak didik yang di pulangkan lebih awal, namun beberapa tenaga pengajar ada yang tidak datang ke sekolah, dikarenakan situasi pasca-kerusuhan Sinakma. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved