Kebakaran Depo Pertamina Plumpang
Profil Depo Pertamina Plumpang, Suplai 20 Persen BBM Nasional hingga Pernah Terbakar Hebat pada 2009
Mengenal Depo Pertamina Plumpang di Koja, Jakarta Utara, yang mengalami kebakaran pada Jumat (3/3/2023) malam.
TRIBUN-PAPUA.COM - Depo Pertamina Plumpang di Koja, Jakarta Utara, mengalami kebakaran hebat pada Jumat (3/3/2023) malam.
Kebakaran yang terjadi di Depo Pertamina Plumpang tersebut diduga berasal dari salah satu pipa milik Pertamina yang meledak.
Akibat kebakran Depo Pertamina Plumpang tersebut, belasan orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: 17 Orang Tewas akibat Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Puluhan Lainnya Terluka
Mengenal Depo Pertamina Plumpang
Depo Pertamina Plumpang merupakan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) milik PT Pertamina (Persero).
Dikutip dari laman Pertamina, dalam publikasi Global Tank Storage, Depo Pertamina Plumpang merupakan terminal BBM terpenting di Indonesia.
Pasalnya, TBBM Plumpang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau sekitar 25 persen dari total kebutuhan SPBU Pertamina.
Depo Pertamina Plumpang mulai beroperasi pada 1974.
Terminal BBM Plumpang ini memiliki memiliki kapasitas tangki timbun sebesar 291.889 Kiloliter.
Baca juga: Cerita Detik-detik Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Warga: Orang-orang Teriak Kebakaran, Kita Lari
Depo Pertamina Plumpang menyalurkan produk dengan varian lengkap macam Premium, Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Bio Solar, Dex, hingga Dexlite.
Produk tersebut disalurkan melalui Terminal Automation System (TAS) berkelas dunia yang biasa disebut New Gantry System ke kompartemen 249 unit mobil tangki.
Teknologi New Gantry System tersebut telah digunakan Depo Pertamina Plumpang sejak 2010.
Dengan menggunakan teknologi New Gantry System, waktu pengisian BBM di Depo Pertamina Plumpang menjadi lebih cepat.
Penghargaan Depo Pertamina Plumpang
Pada 2018, Depo Pertamina Plumpang sempat mendapatkan 2nd Global Tank Storage Award 2018.
Penghargaan tersebut menjadikan Depo Pertamina Plumpang dalam posisi terbaik ke-2 setelah Saudi Aramco Terminals dalam kategori The Most Efficient Storage Terminal.
Global Tank Storage Awards adalah ajang prestigius di industri Unit Penyimpanan (Storage and Terminal) yang diadakan oleh majalah Tank Storage di Rotterdam.
Pemberian penghargaan tersebut bertujuan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan maupun individu yang berkecimpung di industri hilir Oil & Gas seluruh dunia yang memiliki operasional terminal, safety, dan inovasi excellent.
Baca juga: Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Petugas Temukan Jasad Ibu dan Anak dalam Kondisi Berpelukan
Sempat Alami Kebakaran pada 2009
Diketahui sebelumnya, pada 2009 Depo Pertamina Plumpang juga sempat mengalami kebakaran.
Kebakaran Depo Pertamina Plumpang tersebut terjadi pada 18 Januari 2009 sekitar pukul 21.00 WIB.
Berbagai spekulasi bermunculan pada peristiwa kebakaran Depo Plumpang tahun 2009 silam, mulai dari sabotase hingga ulah teroris.
Terlebih, pada saat itu saat itu muncul isu terkait penggantian Dirut Pertamina Ari Soemarno oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, muncul kesimpulan bahwa kebakaran disebabkan oleh faktor teknis.
Terdapat percikan api dari gesekan elektrostatik antara lokasi pengambilan sampling dengan lubang ukur lalu menyambar bensin di tangki nomor 24.
Dari peristiwa kebakaran Depo Pertamina Plumpang 2009 tersebut, mengakibatkan adanya korban tewas yang berada di dekat kilang nomor 24.
Mayat korban tersebut lantas dibawa dengan mobil ambulans ke Polres Jakarta Utara lalu dilanjutkan ke RS Koja.
Diketahui, korban tewas tersebut adalah seorang petugas di Depo Plumpang yang sedang melakukan kontrol rutin di kilang minyak Pertamina.
(Tribunnews.com/Enggar Kusuma, TribunJakarta.com/Gerald Leonardo)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Depo Pertamina Plumpang: Terminal BBM Terpenting di Indonesia, Sempat Kebakaran di 2009
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Terminal-Bahan-Bakar-Minyak-TBBM-Plumpang.jpg)