Senin, 18 Mei 2026

Upaya Pembebasan Pilot Susi Air

EKSKLUSIF: Ini Kondisi Terkini Pilot Susi Air Bersama KKB di Hutan Papua

Walau telah lama disandera, kondisi pilot Philips dikabarkan masih dalam keadaan aman dan sehat.

Tayang:
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Tampak pasukan KKB bersama Pilot Pesawat Susi Air Philips Mark Methrtens di Hutan Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, saat ini. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Selama 32 hari sudah pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37), disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya di Hutan Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Walau telah lama disandera, kondisi pilot Philips dikabarkan masih dalam keadaan aman dan sehat.

"Kondisinya baik-baik saja, aman dan sehat," kata Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom kepada Tribun-Papua.com, di Jayapura, Jumat (10/3/2023).

Baca juga: Upaya Pembebasan Pilot Susi Air dari Tangan KKB, Penglima TNI: Ada Prajurit Khusus!

Kondisi pilot pun dibuktikan Sebby melalui beberapa gambar dan video.

Dalam sejumlah gambar yang ada, terlihat jelas kondisi pilot Philips yang begitu sehat dan terjaga.

 

 

Namun dari sekian gambar yang ada, terdapat satu video permintaan oleh TPNPB-OPM kepada negara Selandia baru untuk mengambil tindakan.

"Kami TPNPB-OPM minta Selandia baru membawa konflik bersenjata di Papua ke Dewan keamanan," kata salah satu anggota KKB dalam video berdurasi 2,50 menit itu.

Selain itu, mereka juga meminta agar beberapa negara luar untuk mengambil tindakan dalam hal hubungan bilateral.

Baca juga: Sebulan Pilot Susi Air Disandera KKB Papua, TNI-Polri Siap Gempur Sarang Teroris?

"Kami minta Selandia baru, Australia, Inggris, Prancis, China, dan Rusia untuk putuskan kerjasama militer ke Indonesia," ujarnya

Kemudian, mereka juga meminta agar dewan keamanan dapat melakukan mediasi antara TPNPB-OPM dan Indonesia soal konflik Papua.

"Kami TPNPB-OPM mengajak semua negara agar silahkan berbicara melalui ketua badan Diplomat kami, yaitu tuan Akoibo, dan Amatus Douw," ujarnya mereka. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved