Sabtu, 11 April 2026

Paskah 2023

Asal Mula dan Makna di Balik Perayaan Paskah yang Identik dengan Telur dan Kelinci

Hari raya Paskah identik dengan telur dan kelinci. Simak asal mula dan makna di baliknya.

Pixabay via Tribunnews.com
Telur Paskah - Hari raya Paskah identik dengan telur dan kelinci. Simak asal mula dan makna di baliknya. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Hari raya Paskah merupakan hari bagi umat Nasrani merayakan kepercayaan akan kebangkitan Yesus Kristus.

Hari raya Paskah tidak jatuh pada tanggal yang sama tiap tahunnya.

Paskah biasanya jatuh pada Minggu pertama setelah bulan purnama pertama terjadi pada atau setelah titik balik musim semi.

Tahun ini, hari raya Paskah jatuh pada 9 April 2023.

Baca juga: Paskah 2023: Mengenal Minggu Palma dan Makna di Baliknya

Ilustrasi hari Paskah atau Wafat Isa Al Masih
Ilustrasi hari Paskah atau Wafat Isa Al Masih (Crosswalk.com)

Mengapa Disebut Paskah (Easter)?

St. Bede yang Mulia, penulis abad ke-6 dari Historia ecclesiastica gentis Anglorum (Sejarah Gerejawi Rakyat Inggris), menyatakan kata bahasa Inggris "Easter" (Paskah) berasal dari Eostre, atau Eostrae, dewi musim semi dan dewi kesuburan Anglo-Saxon.

Sejarawan lain berpendapat "Paskah" berasal dari in albis, frasa Latin yang pural untuk alba, atau "fajar."

Terlepas dari signifikansinya sebagai hari suci Kristen, banyak tradisi dan simbol yang memainkan peran kunci dalam perayaan Paskah berakar pada perayaan pagan.

Terutama perayaan dewi pagan Eostre dan hari raya Paskah Yahudi.

Baca juga: Masa Prapaskah, Simak Doa Sebelum dan Sesudah Makan serta di Akhir Hari saat Jalankan Puasa Katolik

Tradisi Keagamaan Paskah

Kebangkitan Yesus, seperti yang dijelaskan dalam Perjanjian Baru di Alkitab, pada dasarnya adalah fondasi di mana agama-agama Kristen dibangun.

Paskah adalah tanggal yang sangat penting dalam kalender Kristen.

Menurut Perjanjian Baru, Yesus ditangkap oleh otoritas Romawi, karena dia mengaku sebagai "Anak Allah." Beberapa orang mengatakan orang Romawi mungkin memandangnya sebagai ancaman bagi kekaisaran.

Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus, prefek Romawi di provinsi Yudea dari 26 hingga 36 M.

Kematian Yesus dengan penyaliban, oleh umat Kristiani ditandai dengan hari raya Jumat Agung (Jumat sebelum Paskah). Kemudian kebangkitan Yesus tiga hari setelah penyalibannya, oleh para penulis Injil, menjadi bukti bahwa dia adalah anak Allah yang hidup.

Baca juga: Mengapa Pantang dan Puasa dalam Masa Prapaskah Umat Katolik Dilakukan 40 Hari? Ini Penjelasannya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved