Sabtu, 9 Mei 2026

Info Mimika

Misa Perutusan Panitia Pra IYD III Keuskupan Timika, Pemuda Katolik Harus Bangkit

Misa perutusan dipimpin oleh Pastor Andreas Madya, SCJ dan Konselebran Pastor Maxilimianus Dora OFM, serta Pastor Suseno, SCJ, pada Sabtu (18/3/2023).

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
istimewa
Penyerahan bendera IYD dari Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika, Pastor Maxilimianus Dora, OFM kepada Ketua Panitia Pra IYD Keuskupan Timika, Petrus Kanisius Mitakda. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- Komisi Pemuda Keuskupan Timika menggelar misa perutusan panitia Pra Indonesian Youth Day (IYD) III Keuskupan Timika, tahun 2023 di Kapela Kantor Keuskupan Timika yang nantinya akan berangkat mengikuti IYD di Keuskupan Agung Palembang pada 26-30 Juni 2023.

Misa perutusan dipimpin oleh Pastor Andreas Madya, SCJ dan Konselebran Pastor Maxilimianus Dora OFM, serta Pastor Suseno, SCJ, pada Sabtu (18/3/2023) sore.

Dalam khutbahnya, Pastor Andreas Madya, SCJ  mengatakan, orang muda Katolik harus bangkit membangun persatuan dalam kebhinnekaan.

Sesuai dengan sirman Tuhan dalam Injil Lukas 18:9-14, perumpamaan tentang pemungut cukai, pastor Andreas menegaskan barang siapa meninggikan diri akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan.

Menurutnya, sifat meninggikan diri, kesombongan akan membuat sesorang merendahkan orang lain dan itu tidak mungkin menjadi dasar untuk membangun persatuan.

"Ini yang ingin kita capai dalam IYD bahwa orang muda Katolik harus bangkit membangun persatuan dalam kebhinnekaan.

Lebih lanjut kita harus bersikap seperti pemungut cukai merendahkan diri di hadapan Tuhan, bukan kita datang dengan menyombongkan diri, dengan penuh kebanggan memuji diri sendiri," ungkap Pastor Andreas kepada Tribun-Papua.com, Minggu (19/3/2023) di Timika.

Ia menyebut, sikap merendahkan diri di hadapan Allah ini karena menyadari betapa besar anugerah dan kasih Allah adalah dasar untuk membangun persatuan.

Baca juga: Natalius Pigai: Penahbisan Uskup Jayapura Catat Sejarah Baru bagi Orang Papua

Fokus dan misi Keuskupan Timika mau mewujudkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari gereja universal.

"Kita dipanggil gereja untuk bangun, bersatu, bangkit dan bersaksi. Kita mulai ini dari orang muda," ujar Pastor Andreas yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika.

Ia menjelaskan, tahun ini Keuskupan Timika merayakan pra IYD III yang puncaknya nanti IYD Nasional di Palembang  Bulan Juni mendatang yang mengambil tema orang muda Katolik bangkit dan bersaksi.

Menurutnya, tema ini dilandasi sikap besar. "Orang muda Katolik harus bangkit dan bersaksi melalui IYD ini," katanya.

Lanjutnya, IYD  jika dikaitkan dengan Surat Gembala Keuskupan Timika pada masa pra Paskah ini dengan tema tungku api kehidupan sebenarnya sudah mengajarkan umat Katolik untuk bersatu.

"Tanpa tungku api, kita tidak bisa hidup. Tema ini berkaitan dengan kearifan lokal, tungku api ini sangat penting karena jika dalam keluarga tidak ada tungku api maka tidak ada kehidupan," tuturnya.

Baca juga: Aloysius Giyai: Penahbisan Uskup Jayapura Bawa Peradaban Baru dalam Gereja Katolik di Papua

Berkaitan Surat Gembala Keuskupan Timika, kata dia, umat Katolik tidak harus hidup dengan menjual tanah, tapi mengolah tanah supaya menjadi sumber kehidupan.

Ia juga berpesan agar umat Katolik jangan hidup berdasarkan proposal tapi atas dasar usaha.

"Ini merupakan satu ajaran pada kita kaum muda untuk bangkit dan bersaksi. Harus berbuat sesuatu untuk bisa mendapatkan apa yang ingin kita capai," ujarnya.

Dirinya juga berpesan kepada panitia pra IYD  bahwa tema tungku api kehidupan yang dicetuskan oleh almarhum Uskup John Philip Saklil menjadi pusat pelayanan Pastoral Keuskupan Timika tahun 2023.

Uskup John saat itu sangat menekankan untuk menghidupi diri sendiri jangan bergantung pada orang lain, tapi harus berdasarkan usaha sendiri.

Terkait IYD, menurut Andreas, Paus Yohanes Paulus II berpesan Gereja Katolik bersifat sinodal yang artinya berjalan bersama jangan sendiri, jangan bersaing sehingga sikut menyikut

"Kita harus menyatukan kebhinnekaan dalam keragaman dimana semua harus perjuangkan persatuan dalam perbedaan. Aneka ragam itu indah," ungkapnya.

Baca juga: 3 Pesan Uskup Jayapura Selama Masa Pra Paskah

Selain melaksanakan misa juga dilakukan juga pelantikan dan pemberkatan Panitia Pra IYD oleh Pastor Andreas Madya SCJ.

Usai misa dilanjutkan dengan ramah tamah dan penyerahan bendera IYD dan buku panduan kegiatan pra IYD  dari Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika, Pastor Maxilimianus Dora OFM kepada Ketua Panitia IYD Keuskupan Timika, Petrus Kanisius Mitakda.

Pastor Maxilimianus Dora OFM berharap orang muda bisa berakar dalam iman, bertumbuh dan berbuah menghasilkan roh dan kebenaran," singkatnya.

Ketua Panitia Pra IYD Keuskupan Timika, Petrus Kanisius Mitakda mengucapkan terima kasih kepada Keuskupan Timika yang telah mempercayakan panitia yang ia pimpin dalam tugas pelayanan tersbut.

"Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus kami siap menjalankan tugas pelayanan ini," ucapnya.

Baca juga: Terima Kunjungan Mathius Awoitauw, Uskup Jayapura: Pertahankan Nilai Adat di Papua

Untuk diketahui kegiatan pra IYD Keuskupan Timika dimulai tanggal 14 - 21 Juni 2023, sementara IYD Nasional di Keuskupan Agung Palembang mulai 26 sampai 30 Juni 2023. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved