Kamis, 23 April 2026

Ramadan 2023 di Papua

Tertutup Awan Tebal, Hilal 1 Ramadan 1444 H Tidak Terlihat di Papua

Berdasarkan hasil pemantauan di Pantai Lampu Satu, untuk hilal tidak bisa kita lihat dikarenakan tertutup awan tebal

Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com/Istimewa
BMKG Merauke melalui Stasiun Meteorologi Mopah menggunakan tiga teleskop untuk melihat hilal di Pantai Lampu Satu Merauke Papua Selatan, selasa (22/3/2023). 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Hilal 1 Ramadan 1444 H tidak terlihat dikarenakan tertutup awan tebal di titik pemantauan Tim Falakiyah Provinsi Papua dan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Rabu (22/03/2023).

Lokasi pemantauan hilal terletak di Pantai Lampu Satu, Kabupaten Merauke. Titik ini dipilih karena dinilai cukup memenuhi syarat untuk pemantauan hilal, yaitu letak lokasi yang strategis dikarenakan berada di bagian ujung barat dan mempunyai jangkauan pandang untuk dapat melihat proses pemantauan hilal.

Baca juga: BMKG Merauke Gunakan 3 Teleskop Pantau Hilal Awal Ramadhan

Pada kesempatan ini proses pemantauan dihadiri Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Klemens Taran, S.Ag, Ketua Pengadilan Agama Merauke, Muhammad Khadafi Basori SHI dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Merauke Gabriel Rettobyaan SAg.

Pemantauan hilal awal Ramadhan 1444 H dilaksanakan serentak pada tanggal 22 Maret 2022 di 124 titik di seluruh Indonesia. Di Papua hilal mulai dicoba diamati pada pukul 17.48 WIT.

“Berdasarkan hasil pemantauan di Pantai Lampu Satu, untuk hilal tidak bisa kita lihat dikarenakan tertutup mendung,” terang Ketua Tim Falakiyah Provinsi Papua, Dr Hendra Yulia Rahman yang juga merupakan akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Fattahul Muluk Papua.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk penetapan 1 Ramadan, sesuai kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura Imkanur-rukyat yaitu 3 derajat.

“Saat ini sudah 7 derajat seperti yang disampaikan BMKG. Jadi Insha Allah sebentar ba'da Isya kita sudah bisa salat Tarwih,” paparnya.

Klemens Taran mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di Pantai Lampu Satu Merauke dan sambil menunggu hasil sidang itsbat yang dilakukan Kementerian Agama.

Baca juga: Merauke Jadi Lokasi Rukyatul Hilal Penentuan Awal Ramadhan

Sebelumnya, di tempat yang sama, Kakanwil Kemenag Papua berharap agar pemantauan hilal bisa dilaksanakan tanpa ada halangan apapun sehingga dapat memberikan laporan dari hasil pengamatan untuk sidang isbat.

Berdasarkan data Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika penentuan 1 Ramadhan 1444 H/2023 M, diketahui bahwa Ijtima' Hilal 1 Ramadhan 1444 H terjadi pada pukul 02:23:01 WIT, pada hari Rabu (22/3/ 2023).

Matahari terbenam pada pukul 17:48:24 WIT, terbenam bulan pada pukul 18:19:42, tinggi hilal 06’ 46’ 34”, lama hilal diatas ufuk 31 menit 12 detik, azimuth matahari 270’27’89” dan azimuth bulan 273’ 13’ 84”.

Baca juga: Faktor Cuaca Mendung, Hilal 1 Syawal Tidak Teramati di Jayapura Papua

Pelaksanaan Hisab Rukyat ini bertempat di lokasi Rukyahtul Hilal Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke, Papua berdasarkan lintang tempat 8’ 30’ 00” Lintang Selatan, dan bujur tempat 140’22’12”.

Hadir juga Kepala BMKG Metereologi Merauke Gatot Rudiantoro, S.T., Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Merauke, perwakilan Baznas Merauke, perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Merauke, pimpinan pondok pesantren di wilayah Merauke, para tokoh agama, dan para tokoh masyarakat.

Sidang itsbat awal Ramadhan 1444 H dijadwalkan dipimpin Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas di Auditorium HM Rasjidi di Jakarta pukul 17:00 WIB.

Sidang isbat dihadiri duta besar negara-negara sahabat, Komisi VIII DPR, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia, dan Badan Informasi Geospasial (BIG), serta ormas Islam. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved