Minggu, 17 Mei 2026

PT Freeport Indonesia

Peserta Alam Lestari PTFI Angkatan 17 Ikut Pembelajaran Eko Edukasi di SATP

Program alam lestari merupakan program rutin dilaksanakan oleh Environmental Divisi PTFI.

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/ Marcel
Peserta alam lestari PTFI Angkatan 17 saat foto bersama usai mengunjungi laboratorium alam, tempat pembuatan pupuk kompos, klinik apung dan lainnya di SATP, Rabu (29/3/2023) 

"Kalau kita lihat dari sisi teknologi yang sekarang ini anak muda lebih banyak menggunakan media sosial untuk melakukan kampanye. Jadi mungkin diambil dari kata environmental influencer atau yang kita tahu influencer berarti seorang yang mempunyai pengaruh," katanya.

Tahun ini ada 36 peserta dari 18 sekolah yang ikut dalam program alam lestari. Peserta ini sudah berjalan mulai dari tahun dan telah  melakukan kunjungan serta pembelajaran praktik langsung.

"Nantinya mereka ini akan menjadi duta lingkungan yang akan mengkampanyekan semua hal terkait lingkungan," ungkapnya.

Sementara, Johana M M Tnunay, Kepala SATP mengaku senang dengan kunjungan dari para peserta alam lestari ke SATP.

Pihaknya memang menerapkan pembelajaran eko edukasi untuk siswa, sehingga memiliki laboratorium alam lingkungan baik dari hewan maupun tanaman.

"Semua itu kami kembangkan untuk anak-anak kami belajar. Dari situ kami terus mengembangkan dengan eko edukasi, kenapa eko edukasi karena sampah kita cukup banyak dan kita berfikir untuk kelola. Sampah ini bukan sebagai tantangan atau masalah tapi kita ambil itu sebagai peluang untuk mengolah menjadi nilai ekonomis," jelasnya.

Menurutnya, anak-anak ini sebenarnya memiliki potensi, sehingga dikembangkan dan dimasukkan ke dalam program reguler dan non reguler untuk mengelola sampah menjadi eko enzim.

"Dari eko enzim itu kita lihat kebutuhan di lapangan untuk pupuk. Ternyata eko enzim ini bisa dibuat pupuk dari sampah-sampah itu. Dan dari eko enzim ini bisa dibuat lagi project turunan seperti sabun, lilin, pembasmi lalat dan lainnya. Jadi ilmu pembelajaran anak-anak tidak hanya di dalam kelas, 40 persen di kelas dan sisanya di lapangan. Dan ada juga praktik digital," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved