Rabu, 6 Mei 2026

Dukun Pengganda Uang Bunuh dan Kubur 11 Korbannya di Kebun, Ini Awal Mula Kasus Terungkap

Polisi menangkap T (45) alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah, yang membunuh 11 korbannya.

Tayang:
(Dok Polda Jawa Tengah)
Proses evakuasi jasad korban pembunuhan yang dilakukan oleh Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (3/4/2023). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi menangkap T (45) alias Mbah Slamet, dukun pengganda uang di Banjarnegara, Jawa Tengah, yang membunuh 11 korbannya.

Dari rilis Polres Banjarnegara yang diterima Tribunnews, Senin (3/4/2023), Mbah Slamet berpura-pura bisa menggandakan uang.

Apabila korban sadar ini adalah tindakan penipuan setelah ia memberikan uang, maka T alias Mbah Slamet tidak segan membunuhnya.

Pembunuhan pun dilakukan dengan cara diracun, yakni mencampurkan air minum dengan apotas.

Baca juga: Polisi Tembak Polisi di Lampung, Pelaku Nekat Habisi Korban di Teras Rumah karena Dendam

Konferensi pers Polres Banjarnegara terkait kasus dukun penggandaan uang dan pembunuhan terhadap korbannya, Senin (3/4/2023). Dihadirkan tersangka TH alias Mbah Slamat dan rekannya BS.
Konferensi pers Polres Banjarnegara terkait kasus dukun penggandaan uang dan pembunuhan terhadap korbannya, Senin (3/4/2023). Dihadirkan tersangka TH alias Mbah Slamat dan rekannya BS. (TribunJateng.com/Permata Putra Sejati)

Kronologi Kasus Terungkap

Pembunuhan terungkap, setelah Saksi S (22), anak perempuan dari korban bernama PO (53) melaporkan kejadian ini ke polisi.

Sebelumnya, pada bulan Juli 2022, korban mengajak anak laki-lakinya G (14) ke Banjarnegara.

Keduanya berangkat dari terminal Jalur Sukabumi dengan menaiki Bus Rapan Jaya jurusan Sukabumi – Wonosobo.

Setibanya  di pinggir jalan di salah satu daerah di Wonosobo, korban dan anaknya dijemput oleh pelaku.

Pelaku mengajak korban dan anaknya ke rumah dan memasuki salah satu ruangan untuk melakukan ritual penggandaan uang.

Sebelum pulang, korban pun menitipkan sejumlah uang untuk digandakan, yakni total Rp 70 juta.

Pada tanggal 20 Maret 2023, korban pun berangkat sendirian dari Sukabumi menuju ke Banjarnegara, rumah Tohari alias Slamet.

Baca juga: Motif Asmara di Balik Suntikan Maut Mantri yang Buat Kades di Banten Meregang Nyawa

Diinformasikan Salzabilla, ayahnya berangkat ke Banjarnegara dengan mengendarai 1 (satu) unit mobil.

Tujuannya diduga untuk menagih hasil penggandaan uangnya yang sebelumnya telah disetorkan.

Adapun uang yang dijanjikannya berjumlah Rp 5 miliar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved