Selasa, 28 April 2026

Paskah 2023

Semana Santa, Tradisi Paskah di Larantuka yang Lestari dari Abad ke Abad

Tradisi sejak berabad-abad lalu ini kembali diselenggarakan pada 2023 setelah tiga tahun sempat vakum lantaran pandemi.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Para peziarah sedang mengikuti prosesi Jumat Agung di Larantuka Flores Timur 2019. Selain mengusung salib dan peti jenazah Yesus, prosesi ini juga mengusung Patung Bunda Maria Mater Dolorosa (Tuan Ma). 

TRIBUN-PAPUA.COMSemana Santa merupakan perayaan keagamaan terbesar masyarakat Flores yang terdiri dari serangkaian tradisi selama sepekan, mulai dari Misa Minggu Palma hingga Misa Paskah.

Tradisi Semana Santa ini dilakukan masyarakat Larantuka di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Diketahui, tradisi sejak berabad-abad lalu ini kembali diselenggarakan pada 2023 setelah tiga tahun sempat vakum lantaran pandemi.

Baca juga: Momen Paskah, Polres Jayapura Sukses Kawal Prosesi Jalan Salib di Sentani

"Iya yang pertama setelah pandemi," ujar Pj Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi dikutip dari laman Kompas.com, Jumat (7/4/2023).

Lantas, bagaimana rangkaian dan sejarah Semana Santa?

Tradisi Luhur yang Masih Dipelihara

Plt Kepala Dinas Pariwisata Flores Timur Rin Riberu mengungkapkan, Semana Santa adalah tradisi warisan leluhur yang masih dipelihara dengan baik hingga hari ini.

"Kegiatannya lebih pada devosi dan liturgi," kata dia kepada Kompas.com, Jumat.

Devosi adalah kegiatan di luar liturgi gereja, praktik-praktik rohani yang merupakan ekspresi konkret keinginan melayani dan menyembah Tuhan melalui obyek-obyek tertentu.

Sementara liturgi, secara harfiah berarti kerja bersama, merupakan bentuk peribadatan kepada Tuhan.

Rin menjelaskan, khusus devosi, kegiatan dibuka dengan Rabu Abu. Mulai saat itu, umat akan melaksanakan puasa selama 40 hari.

Bukan hanya itu, umat Kristiani juga melaksanakan devosi di Kapela Tuan Ma, Larantuka, dengan mengaji Semana oleh masing-masing suku.

"Mengaji Semana ini diakhiri pada hari Rabu (5/4/2023) kemarin yang namanya Rabu Terewa oleh suku Fernandez Aikoli (Kapitan Jentera)," jelas Rin.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Paskah 2023, Lengkap dengan Cara Membuat dan Membagikan ke Medsos

Adapun sebelumnya pada Selasa (4/4/2023) pagi, dilakukan tradisi Tikam Turo atau pemancangan pagar di Kapela dan sepanjang jalur prosesi.

Rin mengatakan, umat selanjutnya merayakan Ekaristi atau perayaan misa dalam gereja Katolik. Kemudian, perayaan dilanjutkan dengan Adorasi Sakramen Maha Kudus atau tindakan penyembahan kepada Tuhan yang hadir dalam rupa Hosti yang telah dikonsekrasikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved