Kamis, 16 April 2026

Pemkab Jayapura

Pemkab Jayapura Akan Menambah Los Pedagang Pasar Pharaa Sentani

Pemerintah sudah mengetahui adanya oknum yang memainkan peran untuk mendapatkan keuntungan.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
SIDAK - Sekertaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi saat lakukan sidak di Pasar Pharaa Sentani, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura akan menambah los atau tempat berjualan di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura .

Ini dilakukan sebagai upaya menertibkan pedagang yang berjualan di luar pasar. 

Hal ini diungkapkan oleh Asisten II Setda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Delila Giay.

Delila mengatakan pedagang yang belum mendapatkan los di pasar, dari Dinas Perindag Kabupaten Jayapura sudah mengajukan usulan untuk penambahan pembangunan tambahan los.

Baca juga: Sampah Menumpuk di Pasar Pharaa Sentani Jayapura, Sekda Hana Bilang Begini

"Kemarin kita rapat tim anggaran saya sudah sampaikan itu kedalam tim, sudah disetujui dan dirumuskan dalam tim dan juga sudah disetujui masuk di perubahan lalu akan dibangun," ungkapnya di Sentani, Selasa (11/4/2023).

Menurutnya, Pasar Pharaa menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Jayapura dan pertahunnya bisa mencapai miliaran rupiah.

Untuk itu, pemerintah terus mengupayakan bangunan dan lokasi berjualan yang layak bagi pedagang terutama pedagang korban kebakaran beberapa waktu lalu.

"Karena Pasar Pharaa ini memberikan PAD terbanyak untuk Kabupaten Jayapura. Karena itu kita berpikir untuk membangun sarana prasarana supaya pedagang menjual dengan nyaman," jelasnya.

Rencanya, Delila akan menyampaikan kepada Dinas Peridag untuk mengeluarkan izin sehingga pembangunannya mendahului rapat perubahan anggaran.

Baca juga: Warga Sipil Tewas Tertembak di Jayawijaya, Pelaku Diduga Aparat: Keluarga Korban Blokade Jalan

"Sekda sudah setuju tinggal teknisnya saja yang nanti diatur dengan Perindag," ujarnya.

Menanggapi isu jual beli los, kata dia, pemerintah sudah mengetahui adanya oknum yang memainkan peran untuk mendapatkan keuntungan.

"Saya juga dengar isu begitu ada yang disampaikan, bukan pemerintah atau dinas terkait tapi ada oknum," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved