Jumat, 10 April 2026

HUT Kabupaten Keerom

Bupati Piter Gusbager: Kabupaten Keerom Milik Semua Orang

Piter menegaskan dirinya bersama Wakil Bupati, Wafir Kosasih terus berjuang keras untuk membangun Keerom agar sama seperti daerah lainnya.

Penulis: Yohanes Musanus Palen | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Yohanes Musanus palen
DIRGAHAYU - Bupati Keerom, Piter Gusbager dan Wakinya, Wafir Kosasih melakukan pemotongan tumpeng pada HUT ke-20 Kabupaten Keerom di Kampung Wembes, Rabu (12/4/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.Com,Hans Palen

TRIBUN-PAPUA.COM, KEEROM - Kabupaten Keerom adalah milik bersama, dan siapa pun harus memajukan negeri tapal batas ini.

Demikian disampaikan Bupati Keerom, Piter Gusbager, dalam puncak perayaaan HUT ke-20 Kabupaten Keerom yang digelar di Kampung Wembes, Rabu (12/4/2023).

Piter menegaskan dirinya bersama Wakil Bupati, Wafir Kosasih terus berjuang keras untuk membangun Keerom agar sama seperti daerah lainnya.

“Keerom adalah milik kita semua, masa depan Kabupaten Keerom ini ada di tangan kita semua, demikian juga masa depan kita ada di Kabupaten Keerom,” ujarnya saat membuka perayaan.

Baca juga: MIRIS! Jalan Menuju Kampung Kibay Rusak, Masyarakat: Bupati Keerom Harus Turun dan Lihat Sendiri

Menurutnya, 20 tahun adalah usia yang sudah matang bagi Kabupaten Keerom dan layak dikategorikan daerah maju.

Hanya, Piter mempertanyakan kepada masyarakat apakah Keerom saat ini sudah layak disebut maju.

Sebab, dirinya tak ingin daerah yang dimekarkan dari Jayapura itu bergumul dalam persoalan usang.

Seperti gejolak di masyarakat yang disebabkan ulah segelintir kelompok yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.

Piter mengajak masyarakat berbenah dan fokus bersama pemerintah membangun segala aspek.

Mulai infrastuktur berupa jalan, perumahan, air bersih, listrik dan telekomunikasi, serta lainnya.

Juga aspek lain seperti pendidikan dan kesehatan yang berkaitan dengan kualaitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal itu dinilai lebih bermanfaat bagi masyarakat. Selain, membangun SDM berkualitas.

Tujuannya, menekan angka kemiskinan, indeks pembangunan manusia, menekan stunting, dan harapan hidup masyarakat Keerom.

"Ini semua menjadi indikator keberhasilan suatu daerah. Tentu masih banyak indikator lainnya yang membuktikan serta menandakan suatu daerah itu maju atau belum maju," ujarnya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved