Senin, 27 April 2026

Gerhana Matahari

Ini Jam dan Durasi Gerhana Matahari di Kota Jayapura

Gerhana Matahari hibrida merupakan kombinasi antara gerhana Matahari total dan gerhana Mahatahari cincin dalam garis waktu yang sama.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Fenomena gerhana Matahari hibrida akan menyapa sejumlah wilayah Indonesia hari ini, Kamis (20/4/2023). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Fenomena gerhana Matahari hibrida akan menyapa sejumlah wilayah Indonesia hari ini, Kamis (20/4/2023).

Gerhana Matahari hibrida merupakan kombinasi antara gerhana Matahari total dan gerhana Mahatahari cincin dalam garis waktu yang sama.

Untuk gerhana Matahari hibrida, hanya bisa disaksikan di wilayah timur Indonesia mulai 13.23 WIT.

Baca juga: Herry Ario Naap Pastikan Ribuan Warga Biak Saksikan Gerhana Matahari Hibrida 20 April 2023

Perincian waktu gerhana Matahari hibrida di Indonesia Berikut rincian waktunya, dikutip dari laman Lapan:

Jadwal dan Lokasi Gerhana Matahari Total

1. Pulau Kisar, Maluku (Durasi 1 Menit 10 Detik)

  • Awal Sebagian: 11.47.28 WIT
  • Awal Total: 13.22.34 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.23.09 WIT
  • Akhir Total: 13.23.44 WIT
  • Akhir Sebagian: 14.58.02 WIT

2. Pulau Maopora, Maluku (Durasi 59 Detik)

  • Awal Sebagian: 11.49.14 WIT
  • Awal Total: 13.24.36 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.25.05 WIT
  • Akhir Total: 13.25.35 WIT
  • Akhir Sebagian: 14.59.48 WIT

 

 

3. Pulau Damar, Maluku Utara (Durasi 1 Menit 24 Detik)

  • Awal Sebagian: 11.52.14 WIT
  • Awal Total: 13.27.28 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.28.25 WIT
  • Akhir Total: 13.28.52 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.02.45 WIT

4. Pulau Watubela, Maluku (Durasi 1 Menit 5 Detik)

  • Awal Sebagian: 12.04.00 WIT
  • Awal Total: 13.40.16 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.04.49 WIT
  • Akhir Total: 13.41.21 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.13.22 WIT

Baca juga: Genjot Kunjungan Wisatawan, Festival Gerhana Matahari Digelar di Biak Papua

5. Kepulauan Antalisa, Papua Barat (Durasi 1 Menit 11 Detik)

  • Awal Sebagian: 12.08.22 WIT
  • Awal Total: 13.44.38 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.45.14 WIT
  • Akhir Total: 13.45.49 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.16.59 WIT

6. Randepandai, Papua Barat (Durasi 1 Menit 1 Detik)

  • Awal Sebagian: 12.13.45 WIT
  • Awal Total: 13.50.01 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.50.32 WIT
  • Akhir Total: 13.51.02 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.21.11 WIT

7. Roswar, Papua Barat (Durasi 57 Detik)

  • Awal Sebagian: 12.15.01 WIT
  • Awal Total: 13.51.17 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.51.45 WIT
  • Akhir Total: 13.52.14 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.22.09 WIT

Baca juga: Terjadi 18 Tahun Lagi, Gerhana Matahari Hibrid 20 April Dapat Disaksikan Secara Total di Pulau Biak

8. Pulau Num, Papua (Durasi 1 Menit 5 Detik)

  • Awal Sebagian: 12.18.09 WIT
  • Awal Total: 13.54.17 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.54.45 WIT
  • Akhir Total: 13.55.14 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.24.27 WIT

9. Wooi, Serui, Papua (Durasi 1 Menit 11 Detik)

  • Awal Sebagian: 12.18.32 WIT
  • Awal Total: 13.54.49 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.55.08 WIT
  • Akhir Total: 13.55.28 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.24.42 WIT

10. Biak Kota, Papua (Durasi 1 Menit 5 Detik)

  • Awal Sebagian: 12.20.51 WIT
  • Awal Total: 13.56.49 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.57.18 WIT
  • Akhir Total: 13.57.48 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.26.20 WIT

 

 

Jadwal dan Lokasi Gerhana Matahari Sebagian

1. Medan (Durasi: 1 jam 15 menit)

  • Awal sebagian: 10.13 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.50 WIB
  • Akhir Sebagian: 11.28 WIB

2. Padang (Durasi 1 jam 54 menit)

  • Awal Sebagian: 09.48 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.44 WIB
  • Akhir Sebagian: 11.42 WIB

3. Pekanbaru (Durasi 1 jam 54 menit)

  • Awal Sebagian: 09.53 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.49 WIB
  • Akhir Sebagian: 11.47 WIB

4. Tanjungpinang (Durasi 2 jam 08 menit)

  • Awal Sebagian: 09.53 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.55 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.01 WIB

5. Jambi (Durasi 2 jam 13 menit)

  • Awal Sebagian: 09.44 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.48 WIB
  • Akhir Sebagian: 11.57 WIB

6. Bengkulu (Durasi 2 jam 14 menit)

  • Awal Sebagian: 09.36 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.41 WIB
  • Akhir Sebagian: 11.51 WIB

7. Palembang (Durasi 2 jam 22 menit)

  • Awal Sebagian: 09.39 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.48 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.01 WIB

8. Bandarlampung (Durasi 2 jam 30 menit)

  • Awal Sebagian: 09.31 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.43 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.01 WIB

9. Serang (Durasi 2 jam 35 menit)

  • Awal Sebagian: 09.29 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.44 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.04 WIB

10. Jakarta (Durasi 2 jam 37 menit)

  • Awal Sebagian: 09.29 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.45 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.06 WIB

11. Bandung (Durasi 2 jam 41 menit)

  • Awal Sebagian: 09.27 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.45 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.08 WIB

12. Semarang (Durasi 2 jam 49 menit)

  • Awal Sebagian: 09.28 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.50 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.17 WIB

13. Yogyakarta (Durasi 2 jam 50 menit)

  • Awal Sebagian: 09.26 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.48 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.16 WIB

14. Surabaya (Durasi 2 jam 54 menit)

  • Awal Sebagian: 09.29 WIB
  • Puncak Gerhana: 10.54 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.24 WIB

15. Pontianak (Durasi 2 jam 32 menit)

  • Awal Sebagian: 09.49 WIB
  • Puncak Gerhana: 11.03 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.20 WIB

16. Palangkaraya (Durasi 2 jam 50 menit)

  • Awal Sebagian: 09.44 WIB
  • Puncak Gerhana: 11.07 WIB
  • Akhir Sebagian: 12.34 WIB

17. Denpasar (Durasi 3 jam 00 menit)

  • Awal Sebagian: 10.28 WITA
  • Puncak Gerhana: 11.56 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.28 WITA

18. Mataram (Durasi 3 jam 02 menit)

  • Awal Sebagian: 10.29 WITA
  • Puncak Gerhana: 11.58 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.31 WITA

19. Kupang (Durasi 3 jam 10 menit)

  • Awal Sebagian: 10.36 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.10 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.46 WITA

20. Banjarbaru (Durasi 2 jam 54 menit)

  • Awal Sebagian: 10.41 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.06 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.35 WITA

21. Samarinda (Durasi 2 jam 55 menit)

  • Awal Sebagian: 10.51 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.17 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.45 WITA

22. Tanjungselor (Durasi 2 jam 48 menit)

  • Awal Sebagian: 11.01 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.25 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.50 WITA

23. Manado (Durasi 3 jam 03 menit)

  • Awal Sebagian: 11.05 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.37 WITA
  • Akhir Sebagian: 14.08 WITA

24. Gorontalo (Durasi 3 jam 02 menit)

  • Awal Sebagian: 11.00 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.32 WITA
  • Akhir Sebagian: 14.02 WITA

25. Palu (Durasi 3 jam 00 menit)

  • Awal Sebagian: 10.52 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.22 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.52 WITA

26. Mamuju (Durasi 3 jam 01 menit)

  • Awal Sebagian: 10.47 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.16 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.47 WITA

27. Makassar (Durasi 3 jam 04 menit)

  • Awal Sebagian: 10.41 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.12 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.45 WITA

28. Kendari (Durasi 3 jam 06 menit)

  • Awal Sebagian: 10.48 WITA
  • Puncak Gerhana: 12.21 WITA
  • Akhir Sebagian: 13.55 WITA

29. Sofifi (Durasi 3 jam 05 menit)

  • Awal Sebagian: 12.07 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.42 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.13 WIT

30. Ambon (Durasi 3 jam 09 menit)

  • Awal Sebagian: 11.58 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.34 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.08 WIT

31. Sorong (Durasi 3 jam 08 menit)

  • Awal Sebagian: 12.10 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.47 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.18 WIT

32. Manokwari (Durasi 3 jam 07 menit)

  • Awal Sebagian: 12.16 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.53 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.23 WIT

33. Jayapura (Durasi 3 jam 01 menit)

  • Awal Sebagian: 12.29 WIT
  • Puncak Gerhana: 14.04 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.30 WIT

34. Nabire (Durasi 3 jam 07 menit)

  • Awal Sebagian: 12.14 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.51 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.21 WIT

35. Wamena (Durasi 3 jam 04 menit)

  • Awal Sebagian: 12.22 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.58 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.25 WIT

36. Merauke (Durasi 3 jam 00 menit)

  • Awal Sebagian: 12.19 WIT
  • Puncak Gerhana: 13.53 WIT
  • Akhir Sebagian: 15.19 WIT

 

Terjadinya gerhana Matahari hibrida

Sayangnya, gerhana Matahari sebagian itu tidak bisa dilihat di Provinsi Aceh, khususnya di daerah Sabang, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Pidi.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (24/3/2023), Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang mengatakan gerhana Matahari hibrida terjadi karena konfigurasi Matahari, Bulan, dan Bumi membentuk satu garis lurus.

Hal ini membuat bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Daerah di Bumi yang berada di bawah bayangan inti (umbra) Bulan akan mengalami gerhana Matahari total, sementara daerah di Bumi yang berada di bawah penumbra akan mengalami gerhana Matahari sebagian. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved