Selasa, 19 Mei 2026

Info Jayapura

Warga Perumnas I dan II Waena Keluhkan Banjir Imbas Proyek Pelebaran Jalan

Tidak hanya perumnas II, lokasi yang terdampak banjir apabila intensitas hujan tinggal yakni di wilayah Perumnas I Waena, di Kota Jayapura.

Tayang:
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
BANJIR - Warga Perumnas I dan II Waena di Kota Jayapura resah karena kerap diterjang banjir sejak tahun 2021. Ini terjadi pasca pelebaran dan peningkatan ruas jalan Lampu Merah-Perumnas II Waena. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Warga Perumnas I dan II Waena di Kota Jayapura resah karena kerap diterjang banjir sejak tahun 2021.

Ini terjadi pasca pelebaran dan peningkatan ruas jalan Lampu Merah-Perumnas II Waena.

Salah seorang warga La Ando menuturkan sejak 12 tahun tinggal di kawasan perumnas II baru kali ini terjadi banjir.

Menurutnya, penyebab banjir karena adanya pekerjaan jalan yang dilakukan oleh Dinas PUPR.

Baca juga: Gangguan Keamanan hingga Medan yang Berat Jadi Tantangan Pembangunan Jalan Perbatasan Papua

"Kalau pekerjaan baik, tidak mungkin kita kena banjir, saya sudah 12 tahun tinggal di perumnas II, baru kali ini banjir saat hujan setelah pelebaran jalan," ungkap La Ando, saat ditemui wartawan di Perumnas II Waena, Kota Jayapura, Sabtu (20/5/2023) pagi.

Tidak hanya perumnas II, kata dia, lokasi yang terdampak banjir apabila intensitas hujan tinggal yakni di wilayah Perumnas I.

"Bukan disini saja, ada juga di Perumnas I pas perempatan. Semuanya imbas dari pelebaran jalan itu, dulu banjir atau air meluap, hanya satu penyebab itu karena ada batang kayu atau batu masuk di gorong atau saluran air," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan mas Joko warga gang Soka. Menurutnya banjir baru terjadi setahun belakang ini.,

"Pekerjaan dilakukan tanpa pikir, lebih kasar tidak ada otak, boleh kerjakan tapi harus ada perhitungan, masa saluran air tutup, ya dampaknya warga kena banjir," ujar Joko.

Dia juga menjelaskan sudah sering kali warga mengelukan hal tersebut, namun belum ada respon dari dinas terkait.

"Kita sudah bosan teriak, namun tidak ada respon. Pekerjaan ini seharusnya di selidiki pihak berwenang," pintahnya.

Sementara itu Lurah Yabansai Luis Mebri ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu.

"Iya semenjak peningkatan jalan ada lebih dua lokasi pemukiman warga yang sering diterjang banjir saat hujan," ucapnya.

Ia pun telah menindak lanjutin keluhan warganya ke tingkat lebih tinggi.

Baca juga: Ribuan Rumah Warga di Enam Kampung Kepulauan Yapen Terendam Banjir

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved