Minggu, 19 April 2026

Info Haji 2023

Waspadai Ancaman Kaki Melepuh, Jemaah Haji Wajib Tahu

Itu biasanya terjadi saat jemaah haji memaksakan diri nekat tidak beralas kaki berjalan di tengah teriknya sinar matahari. Dan itu berbahaya sekali

Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
KAKI MELEPUH - Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi dr M Imron memberikan keterangan terkait cuaca ekstrem yang bisa mengakibatkan kaki Jemaah melepuh. Dia meminta agar Jemaah haji selalu hati-hati dan mewaspadai kondisi cuaca tersebut agar tetap sehat. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MADINAH - Jemaah haji Indonesia gelombang pertama diperkirakan tiba, 24 Mei mendatang sekira pukul 06.20 waktu Arab Saudi.

Mereka akan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA Madinah). Ada 16 kloter yang akan datang pertama kali di Madinah.

Baca juga: Raja Arab Tambah 8.000 Visa Haji, PPIH Tambah 14 Hotel dan 3 Sektor di Madinah

Total ada 6.383 jemaah yang berangkat dari delapan embarkasi, yaitu: Jakarta - Pondok Gede (JKG), Jakarta - Bekasi (JKS), Solo (SOC), Makassar (UPG).

Selain itu, Aceh (BTJ), Kualanamu/Medan (KNO), Batam (BTH), dan Surabaya (SUB). Jemaah akan langsung diantar menuju hotel di Madinah.

Untuk jemaah yang tiba di Madinah, wajib mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan kesehatan jemaah. Termasuk, serangan kaki melepuh.

Kaki melepuh ini adalah gejala yang seringkali dialami jemaah saat di Madinah. Kaki melepuh itu khas dan hanya ada ditemui di Madinah.

Itu biasanya terjadi saat jemaah haji memaksakan diri nekat tidak beralas kaki berjalan di tengah teriknya sinar matahari. Dan itu berbahaya sekali.

“Biasanya, jemaah yang melaksanakan ibadah di Masjid Nabawi itu sering kehilangan sandal,” kata Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr M Imron, Selasa (23/5/2023).

Baca juga: 1.539 Jemaah Kloter I asal Jakarta, Solo, Makassar, dan Aceh Bisa Mulai Ibadah Arbain Waktu Ashar

Menurut dia, kehilangan sandal itu sering terjadi karena ketika masuk masjid dan keluarnya itu tidak dalam pintu yang sama. Apalagi, luas dan besarnya Masjid Nabawi.

“Dan biasanya, jemaah haji Indonesia itu menyepelekan. Dianggap jarak Masjid ke hotelnya itu dekat, mereka memaksa jalan kaki tanpa sandal,” terangnya.

Kenekatan itu akan berdampak panjang. Sebab, kaki jemaah bisa melepuh. Pelataran masjid Nabawi dan Masjidil Haram itu berbeda.

Baca juga: 122 Jemaah Calon Haji Merauke Siap Berangkat ke Arab Saudi pada 28 Mei 2023

Jika di Masjidil Haram, keramiknya itu dingin sekalipun di luar panas. Sedangkan di Masjid Nabawi itu tetap panas. Dan itu jarang sekali ada yang memahami kondisinya.

“Jika parah, mungkin mereka akan mendapatkan rawat inap seminggu. Apalagi jemaah yang memiliki resiko lain yakni diabetes, prosesnya sembuh bisa dua minggu,” terangnya.

Disampaikan dia, dengan masa penyembuhan yang cukup panjang, itu biasanya akan sangat mengganggu jadwal ibadah jemaah.

Baca juga: Pemerintah Arab Saudi Pastikan Siap Beri Layanan Terbaik untuk Jemaah Haji Indonesia

“Pesan kami dari Kementrian Kesehatan untuk memperhatikan betul potensi kaki melepuh ini. Jika bisa diminimalisir sedikit mungkin, itu harus dilakukan,” urainya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved