Minggu, 3 Mei 2026

Papua Terkini

Pembunuh Warga Sipil di Nduga Papua Diringkus, Ini Sosok Pelaku

Setelah dilakukan pemeriksaan seorang di antaranya diduga terlibat kasus penyerangan dan pembunuhan warga di tahun 2022.

Tayang:
Humas Polda Papua
Polres Nduga dibantu Satuan Tugas Damai Cartenz dan TNI meningkatkan patroli diwilayah setempat pasca penembakan, Jumat (26/5/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Satu di antara pelaku pembunuhan pendeta di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, diringkus pada Selasa (30/5/2023).

Penangkapan dilakukan oleh Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2023.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2023, Kombes Faizal Rahmadani mengakui bahwa, penangkapan tersebut salah satu pelaku pembunuhan warga sipil yang terjadi di Nogolait bulan Juli 2022 lalu.

Sebelumnya, Senin (29/5/2023) tim Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Damai Cartenz 2023 menangkap dua orang di Nogolait.

Baca juga: Pecatan TNI Gabung KKB, Yotam Bugiangge Memasuki Nduga: Kontak Tembak Pecah

Setelah dilakukan pemeriksaan seorang diantaranya diduga terlibat kasus penyerangan dan pembunuhan warga di tahun 2022.

Tersangka MK saat insiden itu terjadi diduga membunuh satu dari 11 warga sipil. 

Dalam insiden tersebut tercatat 11 orang meninggal termasuk salah seorang tokoh agama asal Nduga yaitu Pdt Eliaser Baner.

Diketahui, Pdt Eliaser sebagai pelayan gereja di Kampung Yereitma, Distrik Pija, Kabupaten Nduga

Pendeta Eliaser ke Nogolait dalam rangka kegiatan konferensi GKI di Wamena pada 26-28 Juli 2022, jelas Kombes Faizal.

Baca juga: Detik-detik Bakutembak Pecah di Ibu Kota Nduga Papua, KKB Komando Egianus Kogoya Dipukul Mundur

Mantan Dirkrimum Polda Papua bekata, saat penangkapan sempat terjadi baku tembak di Nogolait namun tidak ada anggota yang terluka.

"Kontak tembak di Nogolait memang sering terjadi sejak Jumat 26 Mei. Saat ini Yotam Buriangge sudah memisahkan diri dari Egianus Kogoya", jelas Kombes Faizal kepada Tribun-Papua.com.

Yotam Bugiangge merupakan mantan prajurit dari Batalyon Infanteri 756/Wimane Sili, Yonif 756/MWS yang bertugas di Kompi-C Yonif 756/WMS kabur dari satuannya sejak bulan Desember 2021 dengan membawa satu senjata api jenis SS-2 V1. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved