Selasa, 19 Mei 2026

Literasi Anak Papua

Soal Literasi, Rektor Musamus Merauke Minta Guru Harus Bisa Pecahkan Persoalan Pendidikan

Tenaga pendidik hanya terpaku pada kurikulum lama yang ada, sehingga dapat dinilai bahwa belum mampu memecahkan masalah mendidik

Tayang:
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PENINJAUAN KURIKULUM – Unicef Papua, Unimuda dan Universitas Musamus menggelar kegiatan Peninjauan Kurikulum Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) dan Integrasi mata kuliah leterasi baca tulis dan Numerasi kelas awal bermuatan pendidikan inklusif dan disiplin positif pada kurikulum PGSD, Senin (5/6/2023). 

Laporan wartawan TRIBUN-PAPUA.COM, Yulianus Bwariat 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Rektor Universitas Musamus, Beatus Tambaib, mengatakan, terlalu jauh untuk penuntasan Literasi Numerasi. Menurutnya yang terpenting adalah menciptakan suasana belajar.

"Kehadiran Universitas ini menciptakan suasana belajar, itu sangat penting agar orang berada dalam culture untuk dibentuk, jangan sampai dimana dia masuk angin," ujarnya.

Baca juga: Kemitraan UNIMUDA Sorong dan UNICEF Integrasikan Mata Kuliah Literasi Baca Tulis dan Numerasi

Hal itu dikatakan Rektor dalam acara Peninjauan kurikulum Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM) dan Integrasi mata kuliah leterasi baca tulis dan Numerasi kelas awal bermuatan pendidikan inklusif dan disiplin positif pada kurikulum PGSD Universitas Musamus bersama Unicef Papua dan Unimuda. 

Beatus menuturkan, menciptakan suasana belajar itulah yang harus dibentuk, agar suasana belajar terutama kampung-kampung dapat terasa. 

"Target kami dalam 5 bulan, apakah capaian lulusan tingkat Sekolah Dasar betul-betul ada peningkatan atau tidak," ungkapnya. 

Menurut Beatus, sebelum adanya MBKM, tenaga pendidik hanya terpaku pada kurikulum lama yang ada, sehingga dapat dinilai bahwa belum mampu memecahkan masalah khususnya cara mendidik yang mudah.

Baca juga: UNICEF Gelar Finalisasi Panduan Perencanaan dan Penganggaran Literasi Kelas Awal di Papua Selatan 

"Tahun lalu kami mendapat pekerjaan dari bupati Merauke untuk melakukan pendataan OAP di kampung-kampung, disana tim menerima aspirasi dari masyarakat bahwa mereka meminta agar pihak Musamus membantu pada sekolah-sekolah yang sudah tidak berjalan. Atas dasar itulah saya komunikasi lanjut dengan dinas pendidikan Merauke," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved