Rabu, 15 April 2026

Pemkot Jayapura

Frans Pekey Sebut Sagu Sumber Kehidupan Masyarakat Papua

Festival Tokok Sagu ini merupakan bagian dari agenda Festival Port Numbay yang dibuat oleh Pemerintah Kota Jayapura.

|
Penulis: Yohanes Musanus Palen | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/ Hans
Festival Tokok Sagu resmi dibuka oleh Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pakey. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yohanes Musanus Palen

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Festival Tokok Sagu resmi dibuka oleh Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pakey.

Festival yang berlangsung di Kampung Skouw Yambe Distrik Muara Tami tersebut dihadiri pula oleh seluruh peserta Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Festival Tokok Sagu ini merupakan bagian dari agenda Festival Port Numbay yang dibuat oleh Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian.

"Sagu adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Papua, termasuk masyarakat di wilayah timur Indonesia seperti di Maluku, Palopo dan daerah lainnya," kata Frans Pekey, Rabu (21/6/2023).

Menurut Pekey, sagu memiliki nilai penting dalam kehidupan karena bisa dibentuk dalam berbagai olahan makanan, bahkan bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Namun kondisi di daerah yang terjadi saat ini di mana pohon sagu itu sudah semakin terancam keberadaanya akibat kemajuan pembangunan yang terjadi saat ini.

Oleh karena itu, penting sekali peran pemerintah mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, masyarakat adat dan semua stakeholder untuk sama-sama menjaga dan melestarikan hutan sagu di wilayahnya.

"Mari kita tanam kembali sagu, jangan sampai di generasi 40 tahun yang akan datang, sagu ini hanya tinggal namanya saja. Mari kita taman kembali pohon sagu sebanyak mungkin di wilayah kita," tutur Pekey.

Baca juga: 3 Poin Penting Frans Pekey di Rakerwil APEKSI Indonesia Timur

Kata Pekey, selain menjaga dan melestarikan hutan sagu, upaya lain pemeritnah ialah memberdayakan kembali makanan lokal yang ada.

Pekey menyampaikan, Festival Tokok Sagu ini tentu dampaknya luar biasa bagi masyarakat, sehingga pihaknya di Pemerintah Kota Jayapura akan menjadikan ini sebagai agenda tahunan.

" Pemerintah Kota Jayapura siap jadikan Festival Tokok Sagu ini dilaksanakan setiap tahun," ujar Pekey.

 

Sementara itu pada Festival Tokok Sagu di Kampung Skouw Yambe tersebut dirangkai dengan penanaman pohon sagu oleh peserta APEKSI.

Ada juga pameran hasil kerajinan tangan dan penampilan tarian adat dari masyarakat setempat serta kuliner lokal yang ditampilkan dalam Festival Tokok Sagu tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved