Info Jayawijaya
Klasis GKI Baliem Yalimo Terima Kunjungan Sejumlah Anak Remaja Asal Jerman
Dengan kunjungan tersebut, diharapkan hubungan kerja sama di antara pemuda ini terus berlanjut generasi ke generasi.
Penulis: Arni Hisage | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage
TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) dari Klasis Schwelm Jerman berkunjung ke Klasis GKI Baliem Yalimo di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (9/8/2023).
Kunjungan tersebut dalam rangka peningkatan kualitas hubungan kerja sama antara pemuda-pemudi dari Klasis Schwelm Jerman bersama dengan beberapa Klasis GKI di Tanah Papua, Khususnya di Klasis GKI Baliem Yalimo
"Kedatangan mereka ini merupakan membawa salah satu berkat, sehingga dengan senang hati kita terima mereka dan sambut mereka sesuai dengan perjalanan mereka," kata Sekretaris Klasis GKI Baliem Yalimo Pdt. Katarina Asso, kepada Wartawan Tribun-Papua.com, Selasa (08/08/2023) di Wamena.
Baca juga: Pemkab Yalimo Resmi Lantik Pengurus HPMP-AWWEGIBPY
Sekretaris Klasis GKI Baliem Yalimo Pdt. Katerina Asso, mengungkapkan, hubungan kerja sama antara Klasis Schwlem dengan beberapa Klasis GKI di Tanah Papua itu sudah lama hingga sekarang masih aktif sehingga mereka bisa datang dan berkunjung ke beberapa Klasis GKI di Tanah Papua.
"Jadi setelah kita menerima mereka, kita juga bawah mereka berkunjung ke Festival Budaya Lembah Baliem dan singgah juga di pasar baru," ungkapnya.
Baca juga: 198 Orang Daftar Jadi Calon Anggota KPU Kabupaten Lanny Jaya, Yalimo, dan Pegunungan Bintang
Sekretaris Klasis menjelaskan, kehadiran mereka bukan hanya di Klasis GKI Baliem Yalimo tetapi juga akan berkunjung ke Klasis GKI Baliem Selatan di Wilayah Kurima, yaitu di Anjelma setelah disana akan melakukan bakar batu bersama Jemaat dan dilanjutkan ke Ibiroma.
"Tujuan dari pada kunjungan itu adalah mereka bagian dari kita sehingga dalam beberapa tahun itu ada pertukaran pemuda, jadi pemuda Papua lagi ke Klasis Schwlem Jerman lagi karena itu mitra kita," jelasnya.
Dirinya berharap, hubungan kerja sama diantara pemuda ini terus berlanjut generasi ke generasi, karena mereka juga bagian dari Warga GKI, dimana awal Injil datang dari Jerman ke Pulau Papua.
"Yang bawa Injil pertama di Tanah Papua dari Jerman sehingga hubungan dengan kami itu sangat akrab sekali, jadi bukan hanya dengan Pendeta Gembala dan Guru Jemaat tetapi hubungan itu sampai ke pemuda dan generasi penerus," harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pemuda_jerman.jpg)