Pemkab Jayapura
Pemkab Jayapura Segera Lepas Tiga Varietas Sagu, Ini Jenis dan Manfaatnya
Peniliti dari BRIN Papua, Albert Soplanit mengatakan tiga varietas tersebut telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura bakal melepas tiga varietas sagu di wilayahnya.
Tiga varietas sagu yang siap ditanam yakni Sagu Rondo (Metroxylon rumphii) atau sagu berduri, Sagu Yepha (Metroxylon rottob) atau sagu tidak berduri, dan Dowbetha (Metroxylon rottob).
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura David A Zakaria mengatakan proses pelepasan varietas adalah pengakuan pemerintah terhadap suatu varietas untuk bisa diedarkan.
Proses itu dimulai dengan pendaftaran, identifikasi berdasarkan morfologi (batang,pelepah, daun) dan karakteristik produksi sagu.
Baca juga: Penderita ISPA dan Malaria di Jayapura Dilayani Kesehatan Gratis Keladi Sagu
"Pelepasan ini kami berharap balai penelitian varietas untuk melakukan sertifikat sebagai varietas yang bisa diambil untuk beredar di lokasi yang dimanapun di negara ini. Sehingga tiga varietas ini yang disebut varietas unggul dapat di kembangkan," jelasnya.
Dari hasil penelitian yang di lakukan oleh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Papua, pihaknya akan melaksanakan fungsi pendampingan dan pembinaan karena terhadap petani sagu untuk budidaya sagu.
Zakarias berharap masyarakat dapat menyambut baik hal tersebut karena melalui komoditas pangan salah satunya sagu.
Sagu memiliki nilai komersil dan ekonomis.
Adapun produk hasil olahan sagu dapat dikemas dan nikmati dalam berbagai macam varian.
Peniliti dari BRIN Papua, Albert Soplanit mengatakan tiga varietas tersebut telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian sejak 2022.
Pekan lalu, pihaknya melakukan seminar untuk mempresentasikan penelitian kepada Pemkab Jayapura.
Adapun penelitian tersebut adalah proses identifikasi sagu oleh masyarakat, melakukan penilaian secara karakteristik dari produksi dan morfologi sagu sejak 2021.
"Kami sudah buat proposal usulan pelepasan varietas proposal di lampirkan dan surat pengantar dari bupati untuk di proses, nanti ada tik dari pusat yang akan melakukan pengecekan."
Baca juga: Pengidap ISPA dan Cephalgia di Papua Tengah Ditangani Tim Kesehatan Keladi Sagu
"Kita harap tiga varietas itu lolos sebagai varietas sagu unggul di Kabupaten Jayapura," jelasnya saat dihubungi Tribun-Papua.com.
Soplanit menjelaskan jika ketiga jenis sagu tersebut memenuhi syarat maka Menteri Pertanian akan mengeluarkan SK varietas sagu untuk dapat diperjual belikan.
"Jadi nanti bibitnya dilabeli kemudian dapat diperjual belikan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/lahan_sagu-asei.jpg)