Jumat, 8 Mei 2026

USAID Kolaborasi

Lewat USAID Kolaborasi, INFID Diskusi Pembentukan Multi-Stakeholder Forum Kesehatan di Papua

Sebagai anggota tim penyusun Policy Brief, Rina Wirodihardjo mengatakan, dalam pertemuan ini, mereka membicarakan banyak hal.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
INFID
Tampak pertemuan dalam rangka pengkajian terhadap kebijakan (Policy Brief) urgensi keberadaan kemitraan multi pihak dalam bidang kesehatan di Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com  Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Melalui program USAID kolaborasi, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) melakukan pertemuan dalam rangka pengkajian terhadap kebijakan (Policy Brief) urgensi keberadaan kemitraan multi pihak dalam bidang kesehatan di Papua.

Sebagai anggota tim penyusun Policy Brief, Rina Wirodihardjo mengatakan, dalam pertemuan ini, mereka membicarakan banyak hal.

Terutama tentang bagaimana masyarakat dapat melihat pembangunan yang baik dalam kerangka pelaksanaan Otsus.

"Jadi kami ingin mencoba menjajaki berapa jauh pentingnya kemitraan multi pihak dalam bidang kesehatan," kata Rina kepada Tribun-Papua.com, di melalui panggilan telepon di Sentani, Sabtu (16/9/2023).

Selain itu menurut Rina, penyusunan Policy Brief tidak dilakukan secara studi literatur, namun didiskusikan bersama berbagai pihak, seperti pemerintah dan non pemerintah.

Untuk pihak pemerintah yang dihadirkan seperti, Bappeda Papua, Kemenhumkam Papua, Bank Papua, Dinkes Papua, WVI, Kipra, YHI, Dompet Dhuafa , LKS Papua, PKM Tanjung Ria, dan BP3OKP.

Kemudian untuk non pemerintah seperti, para tokoh ada, perempuan, dan lain sebagainya.

"Mereka dihadirkan untuk menyampaikan tentang situasi kesehatan di Papua, kemudian, bentuk kemitraan yang pernah dibangun serta harapan terhadap sektor kesehatan dalam konteks Otsus," ujarnya.

Baca juga: Gelar Dialog Publik, USAID Kolaborasi Hasilkan Rekomendasi Pelaksanaan Otsus Responsif Gender

Selain itu, saat ditanya bagaimana respon para pihak-pihak ini dalam pertemuan tersebut, dan Rina mengatakan, sangat positif.

Dimana, antusias sangat tinggi dan proaktif.

"Mereka melihat Policy Brief ini sendiri sangatlah penting. Artinya, isu kesehatan kita inikan PRnya masih sangat banyak, untuk bisa mengatasi hal ini, maka perlu ada keterlibatan semua pihak," ujarnya.

Atas hal tersebut, Rina pin berharap, semoga para pihak yang telah diundang ini dapat terus terlibat aktif dalam setiap pertemuan yang dilakukan kedepan nanti agar Policy Brief ini bisa difinalkan dan dapat di launching secepatnya.

"Kalau ini sudah selesai, maka bisa menjadi jalan untuk memperkuat multi pihak yang ada di bidang kesehatan untuk menjadi mitra dalam Otsus, serta menjadi inspirasi untuk provinsi lainnya di bumi cenderawasih," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved