Jumat, 8 Mei 2026

Pemkab Jayapura

Kampung Ayapo dan Asei Besar di Distrik Sentani Timur Jayapura Dapat Bantuan 'Speedboat'

Triwarno berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk mengangkut barang juga di peruntukkan bagi anak sekolah.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo saat menyerahkan bantuan speedboat kepada BUMK Kampung Asei Besar di Dermaga Kalkhote, Distrik Sentani Timur 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Ayapo dan Asei Besar di Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura mendapat bantuan speedboat.

Penyerahan hibah transportasi pedesaan itu diserahkan oleh Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo di Dermaga Kalkhote, dan diterima pengurus BUMK.

Hadir pula Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, Kepala Kampung Ayapo, Lewi Puhili, dan Kepala Kampung Assi Besar, Antoneta Ohee.

Triwarno berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk mengangkut barang juga di peruntukkan bagi anak sekolah.

Baca juga: Honorer Kabupaten Jayapura yang Tidak Terdaftar Ujian CAT Bakal Diakomodir

"Kami harapkan penerima manfaat dapat dimanfaatkan dengan baik dan diatur dengan baik untuk pemanfaatan bagi anak sekolah, dan muatan barang," ujar Triwarno, Selasa (26/9/2023)

Menurutnya bantuan speedboat juga dapat meningkatkan perekonomian kampung, sehingga pemanfaatannya dapat digunakan secara bersama untuk kepentingan umum bukan pribadi.

"Karena selanjutnya kan di kelola Bumkam jadi pengelolaan diatur juga supaya bisa menghasilkan, jangan dikuasai secara pribadi tapi membantu masyarakat," tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw mengatakan bantuan speedboat menggunakan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 1,5 miliar.

Baca juga: Triwarno Purnomo: Guru Berstatus ASN di Kabupaten Jayapura Jangan Malas Laksanakan Tugas

Sementara itu, untuk perawatan speedboat akan menggunakan dana BUMK.

"Speedboat masing-masing 7 GT dengan kapasitas penumpang 25 orang. Perawatannya nanti ke Bumkam karena skema Kementrian Pedesaan DAK tidak bisa dilakukan perawatan oleh pemerintah daerah kecuali ada Perdanya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved