kesehatan
Bayi di Bawah Enam Bulan Tidak Boleh Dikasih Air Putih, Ini Risikonya
Buckingham mengatakan, bayi mendapatkan semua hidrasi dari susu formula dan ASI, lebih dari itu bisa berisiko.
TRIBUN-PAPUA,COM - Dokter anak Cleveland Clinic, Joanna Buckingham, MD menyebut, minum air putih memang baik untuk kesehatan, bahkan sangat dianjurkan.
Namun, anjuran ini tak berlaku untuk bayi yang berusia di bawah enam bulan.
“American Academy of Pediatrics cukup kuat dengan rekomendasinya bahwa bayi di beberapa bulan pertama sebaiknya hanya mendapat ASI dan/atau susu formula. Bukan air,” katanya.
Baca juga: 4 Hal yang Harus Diperhatikan Orangtua saat Merawat Bayi yang Positif Covid-19
Buckingham mengatakan, bayi mendapatkan semua hidrasi dari susu formula dan ASI, lebih dari itu bisa berisiko.
Berbeda dengan orang dewasa, sambung dia, air putih sangat baik karena dapat menghidrasi tubuh tanpa kalori tambahan.
“Kalau bayi sangat membutuhkan kandungan kalori dalam setiap asupannya termasuk cairan. Tetapi dengan memberikan air bagi bayi justru akan mengurangi asupan kalori mereka,”terangnya.
Buckingham menjelaskan, ASI mengandung sekitar 87 persen air sedangkan susu formula jika dibuat sesuai anjuran, mengandung sekitar 85 persen air.
“ Terdapat juga kandungan nutrisi berharga seperti vitamin, mineral, dan protein yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi,” sebut dia.
Ia berpendapat, bayi memiliki ruang terbatas pada perutnya.
Sebab itu, bayi yang mengonsumsi air akan kehabisan ruang yang sebenarnya berharga.
Pertimbangan lainnya, memberikan air putih untuk bayi dapat merusak keseimbangan natrium dalam tubuhnya, yang bisa berbahaya.
“Jika Anda memberi bayi air putih, hal itu dapat mengencerkan natrium dalam aliran darahnya. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut hiponatremia, atau yang oleh sebagian orang disebut 'keracunan air',” papar Buckingham.
Baca juga: Manfaat Bayam Merah untuk Bayi
Buckingham mengibaratkan, perut anak usia satu bulan kira-kira sebesar telur yang tentunya terisi dengan cepat.
“Penambahan berat badan yang tepat merupakan indikasi penting kesehatan bayi Anda dalam beberapa bulan pertama. Kita ingin mereka mendapatkan kalori tersebut," tambah Dr. Buckingham.
Jika kandungan natrium pada bayi terlalu rendah karena asupan air berlebihan, hal ini dapat menyebabkan gejala serius, seperti kejang, bahkan koma, dan kerusakan otak permanen
Ini terjadi karena ginjal bayi kewalahan mengelola air yang masuk sehingga berdampak pada tubuhnya dan membuat darahnya encer.
Selanjutnya, dokter biasanya menyarankan pemberian sedikit air putih saat bayi mulai berusia enam bulan.
Baca juga: Dinkes Kota Jayapura Targetkan 5.950 Bayi Menerima Vaksin Polio
Pada usia ini, bayi biasanya sudah mulai makan makanan padat alias MPASI.
“Biasanya, pada saat itulah orangtua dapat mulai memberi bayinya sedikit air, tetapi harus dalam jumlah sedikit demi sedikit,” saran Buckingham.
Ia menyarakan, menggunakan gelas khusus untuk bayi untuk mengenalkan air putih dan berikan sedikit demi sedikit.
“Setelah itu baru kenalkan secara bertahap sampai bayi biasanya mulai terbiasa minum air putih di usia satu tahun,”jelas Buckingham. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jangan Memberikan Air Putih untuk Bayi, Ini Bahayanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/08102023-bayi.jpg)