Sabtu, 2 Mei 2026

Palestina vs Israel

Kesaksian Warga Papua, Sebut Setiap Hari 20 Rudal Hamas Hancur di Langit  Yerusalem

Meski eskalasi perang meningkat, aktivitas beberapa kota di Israel terpantau cukup normal, namun dalam status kewaspadaan.

Tayang:
Tribun-Papua.com/ Istimewa
Amoye Pikey salah satu warga Papua yang berada di Kota Yerusalem, melakukan perjalanan rohani Rabu, (11/10/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Perang antara Israel dan Pasukan Hamas Palestina, hingga kini masih memanas dengan rangkaian serangan balasan roket dari kedua belah pihak.

Meski eskalasi perang meningkat, aktivitas beberapa kota di Israel terpantau cukup normal, namun dalam status kewaspadaan.

Baca juga: MENGAPA Jalur Gaza Jadi Akar Konflik antara Hamas Palestina kontra Israel? Begini Alasannya

Demikian laporan salah satu warga Papua,  Amoye Pekey, yang kini berada di Israel untuk perjalanan rohani ke tanah suci Yerusalem.

“Memang Perdana Menteri Israel sudah nyatakan darurat perang, tetapi saya melihat aktivitas di ibu kota baru Israel di Yerusalem, taksi masih beroperasi, hotel-hotel juga dan toko –toko tetap berjalan.  Ya, walaupun dengan skala kecil,”kata Amoye kepada Tribun-papua.com melalui pesan Whatsappnya, Rabu malam (11/10/2023).

Dari pantauan Amoye, serangan rudal Hamas terus mengejutkan, namun mampu ditangkal Iron Dome milik Israel.

“Ada juga serangan rudal dari Hamas tetapi rudalnya hancur di udara beberapa kali. Kalau hitung setiap hari rudal yang hancur antara kira-kira 10-20 sekali diluncurkan tetapi tidak sampai sasaran,” bebernya.

“Jadi memang kondisinya perang tetapi sistem pengamanan negara maka sebagian besar rakyat Israel terjamin oleh IDF atau pasukan perang Israel,” imbuh Ayome.

Baca juga: Kata Dosen HI USTJ:Perang Israel-Hamas Bisa Memperburuk Stabilitas Global Timur Tengah

Melihat situasi yang mencekam itu,  Pemerintah Indonesia mewarning agar semua warganya yang berada di Yerussalem  segera kembali ke tanah air.

Sayangnya, kata Ayome, mereka kesulitan menjadwalkan tiket penerbangan.

“Ada himbauan dari Pemerintah Indonesia untuk WNI balik, tetapi kita sulit reschedule tiket karena full".

"Kami akan balik sesuai dengan tiket yang kami pesan sebelumnya,” tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved