Minggu, 26 April 2026

Info Papua Selatan

Pedagang Pasar Mama-mama Papua Tolak Pembangunan Pasar Blorep di Meruke

pasar yang sekarang di tengah kota, belum tentu dekat dengan pedagang dari wilayah Mbuti,  Payum, Gudang Arang, dan Mopah Lama.

|
Tribun-Papua.com/Istimewa
Ikatan Pedagang Pasar Mama-mama Asli Papua menolak rencana pembangunan Pasar Blorep di Kelurahan Kamundu, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Ikatan Pedagang Pasar Mama-mama Asli Papua menolak rencana pembangunan Pasar Blorep di Kelurahan Kamundu, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.

Para pedagang mengkritisi kajian pemerintah Merauke.

Ikatan Pedagang Pasar Mama-mama Asli Papua pun menggelar konferensi pers yang bertempat di Mopah Baru, kota Merauke, Provinsi Papua Selatan dihadiri oleh 130 para pedagang.

Kuasa Hukum Ikatan Pedagang, Teddy Wakum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Pos Merauke melalui rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa (14/11/2033), mengatakan penolakan tersebut didasari karena persaingan antara penjual motor dan mobil di dalam kota.

Baca juga: Yuliana Douw, Memeras Keringat di Pasar Mama Papua Usai Kehilangan Lima Anak

Akibatnya, pedagang di Pasar Mama-mama Papua merugi. Apalagi dipindahkan ke pinggiran kota.

"Mama-mama mengeluh karena harus bersaing dengan pedagang yang bermodal besar dengan menggunakan motor dan mobil untuk berjualan langsung ke kompleks atau rumah-rumah warga, apalagi yang dijual adalah mirip dengan yang mama-mama jual, maka secara otomatis jualan mama-mama pasti tidak akan laku di pasar," jelasnya.

“Apalagi kalau mama-mama dipindahkan ke pasar yang ada di pinggiran kota dan tidak ada aktifitas angkot ke area itu, serta masalah keamanan, ini merupakan kebijakan yang tidak tepat” sambungnya.

Para pedagang mengkritisi pernyataan Bupati Merauke Romanus Mbraka dalam beberapa media online yang menyebutkan bahwa pedagang tersebut tidak berpikir panjang dan kebijakan pembangunan pasar dianggap sudah tepat dan strategis berdasarkan kajian.

Mama Uli, salah satu pedagang yang telah berjualan puluhan tahun di pasar Wamanggu mengemukakan bahwa kajian pemerintah daerah  tersebut sangat keliru, melenceng dan malah tidak menjawab kebutuhan utama  mama-mama pedagang Asli Papua.

”Pembangunan Pasar mama-mama Asli Papua di Blorep merupakan kebijakan yang salah dan  tidak tepat sasaran. Sejak 2000an kami berjualan dan meminta pasar khusus, tapi tidak pernah  ditanggapi atau dijawab dengan benar," ujarnya.

Menurutnya, pasar yang sekarang di tengah kota, belum tentu dekat dengan pedagang dari wilayah Mbuti,  Payum, Gudang Arang, dan Mopah Lama.

Ia menjelaskan pasar seharusnya dibangun dibelakang SMP Negeri 2 Merauke karena bangunan sudah ada namun belum difungsikan.

Baca juga: Setelah Diresmikan Presiden Jokowi, Pasar Mama Papua Terlihat Jorok Akibat Ludah Pinang

Dalam konferensi pers Ikatan Pedagang Pasar Mama-Mama Asli Papua menyatakan dan menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Merauke;

1. Menolak dengan tegas penempatan lokasi Pasar Mama-mama Asli Papua yang berlokasi di Blorep

2. Meminta lokasi pembangunan Pasar Mama-Mama Asli Papua harus dipusatkan di belakang SMP Negeri 2 Merauke yang mana hari ini dijadikan Terminal Hilux.

3. Menyatakan bahwa kajian pemerintah daerah tentang penempatan lokasi pasar mama-mama di Blorep sanggat janggal dan tidak menjawab persoalan mama-mama  Papua hari ini. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved