ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Keerom

Gelar KKR di Awal Tahun, Bupati Gusbager Ingin Keerom Jadi Contoh Kedamaian Bagi Provinsi Papua

KKR yang menghadirkan pengkhotbah Pastor Jhon Bunay, Pr, Pdt Jhon Baransano dan Pdt Fredrik J Prawar S.Th, dihadiri tokoh dan masyarakat Keerom.

Penulis: Ahmad Buendi Ginting | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/Ginting
Bupati Keerom Piter Gusbager, Sekda Keerom Trisiswanda Indra bersama masyarakat Keerom ketika mengikuti KKR yang dilaksanakan di Kampung Workwana, Rabu (31/1/2024) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Ahmad Buendi Ginting

TRIBUNPAPUA.COM-KEEROM - Acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar Pemkab  Keerom pada awal tahun 2024.

KKR yang menghadirkan pengkhotbah Pastor Jhon Bunay, Pr, Pdt Jhon Baransano dan Pdt Fredrik J Prawar S.Th, dihadiri tokoh dan masyarakat Keerom.

Dalam KKR yang mengangkat tema Pemulihan dan Penyembuhan, Bupati Keerom Piter Gusbager berharap. masyarakat Keerom untuk terus mengingat kebesaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak masyarakat untuk teguh dalam iman dan selalu mengingat karya Tuhan.

Baca juga: KPU Keerom Harap Masyarakat Pahami Aturan Pemilih Pindah Tempat

Selain itu Bupati Keerom juga mengimbau masyarakat untuk menghindari ujaran kebencian dan hoax di media sosial yang dapat memecah belah rasa kebersamaan.

Pasalnya, KKR ini merupakan perintah Tuhan, sehingga sangat penting untuk dilaksanakan dan memuliakan Tuhan.

"Saya pesan jaga terus persaudaraan, jangalah diantara kita memiliki hasrat untuk membenci hanya karena berbeda kepentingan dan politik. Hindari ujaran kebencian dan hoax di media sosial yang berpotensi memecah belah rasa kebersamaan,"katanya.

Bupati Gusbager berharap Kabupaten Keerom dapat menjadi contoh bagi Tanah Papua dengan pola berpikir yang merujuk kepada pola pikir Tuhan Yesus yang penuh dengan kasih.

Dalam momen tersebut, Bupati Gusbager juga menerima kembali 20 peserta wisata rohani para tokoh agama Kristen dari tanah suci Yerusalem.

"Itu artinya Tuhan punya keinginan dan kita selaku hambanya hanya bisa ikut saja, saya inginkan Kabupaten Keerom menjadi contoh bagi Tanah Papua," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved