Info Keerom
Sekda Trisiswanda Indra Buka Kick Off dan Deseminasi Hasil Integrasi Layanan Primer di Keerom
Pelayanan kesehatan bukanlah pilihan, tetapi suatu keharusan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Penulis: Ahmad Buendi Ginting | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Ahmad Buendi Ginting
TRIBU-PAPUA.COM, KEEROM -Kemenkes RI, Pemprov Papua bersama Pemkab Keerom dan PATH Indonesia menggelaar Kick Off dan Deseminasi Hasil Asesmen Integrasi Layanan Primer (ILP) Kabupaten Keerom yang dilaksanakan di Hotel Grand Arso, Senin (27/2/2024).
Kegiatan ini dibuka Sekda Keerom Trisiswanda Indra.
Trisiswanda Indra mengatakan, pelayanan kesehatan masyarakat merupakan suatu keharusan yang tidak dapat diabaikan.
"Oleh karena itu, kita harus bersama-sama mendorong dan mendukung upaya-upaya untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan di setiap desa dan kecamatan. Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Keerom. Transformasi layanan primer, khususnya di Puskesmas, menjadi fokus utama kami dalam memastikan bahwa setiap individu mendapatkan layanan yang layak dan komprehensif,"katanya.
Baca juga: Proses Pemilu Masih Berlangsung, Tokoh Adat Keerom Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian di Tapal Batas
Berbagai upaya telah dilakukan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Keerom, seperti melakukan revitalisasi struktur, penataan tata kelola, mendorong lewat peraturan bupati agar dana alokasi kampung dapat mengakomodir Insentif kader kesehatan agar dapat berperan untuk promotif dan preventif sehingga kehidupan masyarakat Keerom menjadi lebih sehat.
"Saat ini, kami sadar bahwa kondisi Puskesmas membutuhkan perubahan yang mendasar. Layanan harus diberikan secara komprehensif, tidak terpaku pada program-program terpisah. Semua program harus dilaksanakan secara bersama-sama, demi memberikan pelayanan yang lebih holistik dan terintegrasi. Kami menegaskan bahwa dukungan terhadap Integrasi Layanan Primer harus menjadi komitmen bersama dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Keerom," tuturnya.
Pelayanan kesehatan bukanlah pilihan, tetapi suatu keharusan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Dalam penerapan ILP, dibutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan atau pihak termasuk didalamnya pemerintah lokal /stakeholders dalam pembuatan berbagai kebijakan, penyiapan fasilitas yang memadai dan khususnya memasukkan berbagai perencanaan ILP dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan di Kabupaten Keerom.
Tak kalah pentingnya perlunya pelibatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya implementasi program ini, khususnya kader penguatan kader kesehatan di masyarakat.
"Selain itu, kami juga menyadari betapa pentingnya penguatan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai perpanjangan dari Puskesmas dengan Integrasi Layanan Primer. Kami akan terus memberikan dukungan penuh untuk memperkuat peran keduanya dalam mencapai tujuan bersama kita. Tidak kalah pentingnya adalah dukungan terhadap penguatan kader kesehatan. Kami memandang kader kesehatan sebagai tulang punggung dalam menjalankan sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi," ucapnya.
Baca juga: Posko Penanganan Komunikasi Pasca Pemilu Kabupaten Keerom Dibentuk, Ini Tujuannya
Lebih jelas, Pemkab Keerom sangat mendukung upaya PATH dalam transformasi layanan kesehatan primer.
"Kolaborasi, kerjasama, dan komitmen dari semua pihak adalah kunci keberhasilan kita bersama," tandasnya.(*)
| Ciptakan Sitkamtibmas Kondusif Jelang Pilkada 2024, Polres Keerom Razia Puluhan Miras Ilegal |
|
|---|
| Puluhan Warga Ikuti Edukasi Tugas Wewenang Komisi Yudisial Papua |
|
|---|
| Sukacita Warga Perbatasan Papua Terima Hewan Kurban dari Paulus Waterpauw |
|
|---|
| Maiton Gurik: Semua Orang Harus Dukung Pergerakan Literasi di Keerom |
|
|---|
| Tuntut Sekda Trisiswanda Indra Dibebaskan, Warga Gelar Aksi Demo di Kantor Bupati Keerom |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/7022024-Trisiswsanda.jpg)