Piala Asia U23
Pintu Menuju Olimpiade Paris Masih Terbuka, Timnas Indonesia U-23 Harus Lebih Garang
Ferrari sangat menyayangkan ada momen wasit asal China, Shen Yinhao, menganulir golnya di menit ke-55.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM - Upaya Tim U-23 Indonesia merebut tiket pertama duta Asia menuju Olimpiade Paris 2024, dikandaskan Uzbekistan.
Garuda Muda harus menerima kekalahan 0-2 atas laga kontra Uzbekistan pada babak semi final Piala Asia U-23 2024 di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin (29/4/2024) malam.
Meski dihadang Uzbekistan ke partai final, peluang Indonesia menuju Paris masih terbuka.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong marah betul atas kelakuan wasit kontroversial, Shen Yinhao yang dianggap merugikan Pratama Arhan dan kolega.
Indonesia tampak kewalahan menghadapi lawan.
Adapun dua gol yang bersarang di gawang Ernando Ari tercipta pada babak kedua.
Sontekan penyerang pengganti Uzbekistan, Khusayin Norchaev, di menit ke-68, membungkam mayoritas suporter Indonesia di tribune stadion.
Baca juga: Yan Mandenas, Pembuktian Arsitek Sepak Bola dari Tanah Papua
Pratama Arhan mencetak gol bunuh diri di menit ke-86 dalam situasi kemelut tendangan bebas yang didapatkan Uzbekistan.
Peluang Indonesia untuk mengakhiri penantian selama 68 tahun untuk tampil di cabang sepak bola putra Olimpiade tersedia dua jalan lainnya.
Peluang pertama tersedia pada laga perebutan tempat ketiga.
Marselino Ferdinan dan kawan-kawan menghadapi tim yang kalah pada duel Jepang kontra Irak, Selasa (30/9/2024) dini hari WIB.
Jika bisa bangkit dan meraih kemenangan pada gim perebutan peringkat ketiga, Kamis (2/5/2024) pukul 22.30 WIB, di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Indonesia akan merebut tiket otomatis terakhir untuk wakil Asia ke Paris 2024.
Andai kans itu kembali gagal diraih, Indonesia masih memiliki harapan kedua yang tersaji pada laga playoff antarzona menghadapi tim Afrika, Guinea.
Perebutan jatah pamungkas ke Olimpiade Paris 2024 itu akan dilaksanakan, 9 Mei, di Pusat Latihan Clairfontaine, Perancis.
Muhammad Ferrari, bek tengah Indonesia, kecewa dengan kekalahan melawan Uzbekistan yang menyebabkan misi menembus Olimpiade Paris tertunda.
Meski begitu, ia menegaskan skuad Garuda Muda memiliki ambisi untuk bangkit di laga perebutan tempat ketiga.
”Kami akan berusaha keras untuk tampil lebih baik pada duel perebutan tempat ketiga untuk mengejar tiket ke Olimpiade Paris,” kata Ferrari kepada AFC Media.
Dengan menyisakan dua peluang itu, maka Indonesia akan masuk ke salah satu antara Grup A atau Grup B di Olimpiade Paris 2024.
Memenangi laga perebutan tempat ketiga, Garuda Muda akan bersaing di Grup B bersama Argentina, Maroko, dan Ukraina.
Jika lolos lewat jalur playoff antarzona, Indonesia akan tergabung dengan tim tuan rumah Perancis, lalu Amerika Serikat dan Selandia Baru di Grup A.
Gagal balas dendam
Kekalahan di babak semifinal Piala Asia U-23 2024 membuat Indonesia gagal membalas dendam atas kekalahan dari Uzbekistan di babak 16 besar Asian Games 2022, September 2023.
Kala itu, Indonesia juga menelan kekalahan 2-0 melalui babak perpanjangan waktu.
Uzbekistan menunjukkan lebih layak memenangi pertandingan karena tampil lebih superior.
Selain unggul skor di papan skor, mereka juga amat mendominasi permainan.
Indonesia hanya mendapatkan kesempatan mengoleksi 38 persen penguasaan bola dan menciptakan empat tembakan tanpa sekalipun melepaskan tembakan mengarah ke gawang.
Inilah pertama kalinya Indonesia gagal mengkreasikan tembakan tepat sasaran di Piala Asia U-23 2024.
Adapun Uzbekistan menciptakan 28 tembakan yang empat di antaranya tepat sasaran.
Selain bisa menghasilkan dua gol, Uzbekistan yang berjuluk ”Serigala Putih” juga menciptakan dua peluang yang digagalkan tiang gawang dan dua lainnya terkena mistar gawang Indonesia.
Lebih lanjut, Ferrari sangat menyayangkan ada momen wasit asal China, Shen Yinhao, menganulir golnya di menit ke-55.
Kala itu, Ferrari bisa menggetarkan jala gawang Serigala Putih seusai memanfaatkan lemparan jarak jauh keenam Arham di gim itu.
Yinhao membutuhkan waktu nyaris 10 menit untuk menghentikan laga demi mengecek tayangan ulang proses gol Ferrari melalui tayangan ulang video asisten wasit (VAR).
Wasit memutuskan Ramadhan Sananta berada dalam posisi offside pada proses awal terjadinya kemelut di muka gawang Uzbekistan yang dikawal Abdvakhid Nematov.
”Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit yang banyak merugikan kami,” kata Ferrari, pemain asal Persija Jakarta.
Kehilangan Ridho
Derita Indonesia semakin terasa menyakitkan setelah Rizky Ridho, bek tengah dan kapten, menerima kartu merah.
Setelah berkonsultasi dengan VAR dan menyaksikan insiden Ridho menendang gelandang Uzbekistan, Jasurbek Jaloliddinov, Yinhao tanpa ragu merogoh saku celananya untuk menarik kartu merah.
Hukuman kartu merah langsung akan membuat Ridho, yang bernomor punggung lima, absen pada dua laga selanjutnya Tim U-23 Indonesia.
Baca juga: Mengapa Penalti Justin Hubner Diulang Saat Adu Penalti Indonesia Vs Korsel? Begini Faktanya
Dua pertandingan itu ialah gim perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 serta laga playoff antarzona Olimpiade menghadapi Guinea.
Tanpa Ridho selama nyaris 20 menit akhir pertandingan setelah wasit memberikan tambahan waktu 16 menit di babak kedua, Uzbekistan gagal menambah gol.
Mereka hanya melepaskan empat tembakan.
Indonesia sempat mengkreasi tembakan melalui aksi individu Marselino.
Kondisi itu membuat Shin harus berpikir keras mencari pengganti yang sepadan dengan kualitas Ridho.
Satu-satunya kandidat pengganti Ridho adalah Komang Teguh yang bermain di empat laga sebelumnya dan mencetak dua gol. (*)
Berita ini dioptimasi dari Kompas.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/BEREBUT-BOLA-Penyerang-Uzbekistan-Khusa.jpg)