Sejarah
Black Brothers, Band Rock Legendaris dari Tanah Papua
Black Brothers menjulang dari Papua. Karyanya hingga kini tetap dikenal dan dicintai, meski pernah mengalami pergantian personel.
Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Paul Manahara Tambunan
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mungkin tak banyak anak muda zaman sekarang di luar Papua yang mengetahui Black Brothers, band rock legendaris dari ujung timur Indonesia.
Terlebih, tahu dan hapal sejumlah lagunya yang populer di era 80an.
Tapi jangan tanya di Papua, siapa saja akan emosional apabila mengenangnya.
Black Brothers menjadi salah satu grup band papan atas pada 1976.
Sejak akhir 1960-an, tanah Papua kedatangan militer Indonesia dalam jumlah besar.
Ada banyak pertempuran terjadi antara militer Indonesia dengan warga Papua.
Di sisi lain, militer Indonesia juga membuat band untuk mengisi waktu senggang.
Angkatan Laut, misalkan, membentuk grup Varunas.
Kodam Cenderawasih punya grup Tjenderawasih, sedangkan Acub Zaenak yang pernah menjabat Gubernur Papua 1973-1975, membentuk kelompok Band Pemda.
Di era 1970-an, keriuhan musik rock kebanyakan berpusat di Jawa.
Pada era itu muncul God Bless, AKA, The Rollies, hingga Giant Step.
Namun, Black Brothers menjulang dari Papua.
Karyanya hingga kini tetap dikenal dan dicintai, meski pernah mengalami pergantian personel dan berbagai kontroversi.
Black Brothers beranggotakan enam orang, yakni Hengky MS ‘Mirantoneng Sumanti’ (Lead Vocal & Guitar), Benny Bettay (Bass), Jochie Pattipeiluhu (Keyboard/Organ), Amry Kahar (Trumpet), Stevie Mambor (Drum & Vocal), dan David Rumagesan (saksofon & Vocal).
Band yang sebelumnya bernama Los Iriantos Primitive ini terbentuk di Jayapura, Papua pada awal tahun 1970an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Black-Brothers-berdiri-dari-kiri-ke-kanan-Yochie-Pattipeluhu-Benn.jpg)