ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Papua Tengah

Mayoritas Perantau dari Sulawesi Selatan Jadi Nelayan di Nabire Papua Tengah

Wandy, seorang nelayan asal Sulsel, mengaku hanya bertahan hidup dari hasil laut selama merantau dan hidup di Nabire.

|
Penulis: Yulianus Degei | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Yulianus Bwariat
Tampak kondisi pasar ikan di Kalibobo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Degei

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE - Nelayan di Nabire dan wilayah Papua Tengah lainnya didominasi warga Sulawesi Selatan (Sulsel).

Umumnya mereka warga Makassar dan Buton.

Informasi dihimpun Tiibun-Papua.com, umumnya mereka sudah menetap dan bekerja di Nabire selama lebih dari 20 tahun.

Seperti Nelayan yang ada di Smoker dan Kalibobo, tiba di Nabire dan langsung menjadi nelayan.

Wandy, seorang nelayan asal Sulsel, mengaku hanya bertahan hidup dari hasil laut selama merantau dan hidup di Nabire.

Baca juga: Asyik Mencari Ikan, Tiga Nelayan Merauke Nyaris Tenggelam, Begini Kejadiannya

Ia juga turun ke pasar untuk menjual ikan hasil tangkapannya.

“Sekira 20 tahun lalu saya di sini, saya menjadi nelayan, dan itu menjadi aktivitas hari-hari saya. Kami nelayan juga mendapat pendapatan hanya dari menjual ikan,” kata Wandy Kepada Tribun-Papua.com,  Senin (6/5/2024).

“Malam hari kami mencari ikan di laut, dan siang kami menjual di pasar-pasar,” jelasnya.

Ia mengatakan hampir setiap nelayan yang berasal dari Sulsel menjual ikan ke sejumlah pasar di Ibu Kota Papua Tengah.

“Kalau pagi kami jual ikan di Pasar Wonorejo dan Smoker, mungkin siang kami pindah ke pasar Kalibobo dan karang Barat. Kemudian sore biasanya ada yang pergi jual di pasar sore KPR,” tambah Wandy.

Rerata setiap harinya Wandy mengantingi Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta dari hasil jualam ikan.

“Hasilnya saya selalu bagi. Sebagian untuk tabung, sebagian untuk kebutuhan hidup, dan sebagian untuk perbaikan alat-alat  cari ikan,” katanya.

Menurutnya, kondisi cuaca di laut menentukan hasil ikan yang didapat.

“Misalnya kalau ada ombak itu susah sekali mendapat ikan,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved