Info Papua
Pemprov Papua Apresiasi Pelaksanaan Advokasi Pekan Imunisasi Nasional Kemenkes RI
Diketahui, PIN tahap 1 dilaksanakan di 6 provinsi yaitu Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan,Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Lidya Salmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA- Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi pelaksanaan Advokasi dan Sosialisasi Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan RI bersama 6 provinsi dalam Rangka Penanggulangan KLB Polio di Bumi Cenderwasih.
Diketahui, PIN tahap 1 dilaksanakan di 6 provinsi yaitu Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan,Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Mewakili Pj Gubernur Papua, Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Suzana Wanggai mengatakan, pertemuan ini sebagai suatu komitmen untuk mencegah polio.
"Ini merupakan suatu komitmen kita untuk bagaimana dapat menghandel isu-isu dalam hal pencegahan polio," kata Suzana Wanggai kepada awak media di Kotaraja, Kota Jayapura ,Senin (13/5/2024).
Baca juga: Pemerintah Tetapkan KLB Polio, Masyakat Diminta Waspada
Menurut Suzana, di Papua sudah ada kejadian luar biasa sehingga pertemuan ini sangatlah penting.
"ini bukan hanya pemerintah tetapi juga semua stakeholder mulai masyarakat dan pihak keagamaan dan tokoh adat,ini semua mari kita bersatu dalam ranggka untuk bagaimana kita membawa generasi kita kedepan lebih baik," ujarnya.
Lanjut Suzana, yang terpenting adalah bagaimana komitmen untuk membahasa pencegahan Polio.
"Terpenting adalah komitmen kita, pertemuan ini tentunya bagaimana kita meping apa yang harus kita buat," ungkapnya.
Selaku tuan rumah,Pemprov Papua menyambut baik dan berharap kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan anak-anak di tanah Papua.
Dia mengatakan, kasus yang terjadi di Provinsi Papua Tengah dan pegunungan telah menjadi perhatian serius.
"Informasi terbaru menyebutkan sudah terjadi kasus juga di Papua Selatan kasus lumpuh akibat yang terjadi harusnya mengingatkan kita akan pentingnya upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit."
"Kita perlu memahami bahwa kasus polio yang terjadi memiliki risiko penularan penularan ke provinsi lain di tanah Papua Oleh karena mesti ada upaya keras dan cepat untuk melindungi anak-anak Papua dari ancaman Penyakit ini," sambung Suzana.
Baca juga: Tak Ingin Polio di Yahukimo, Dinkes Papua Sasar Anak Usia 9 Bulan hingga 12 Tahun untuk Imunisasi
Lebih lanjut,menurut Suzana berbagai upaya-upaya telah dilakukan untuk mencegah polio serta merangsang lebih banyak pihak untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah yang lebih komplit dan tekukur.
"Kerjasama lintas sektor baik dari pemerintah maupun masyarakat akan menjadi Kunci keberhasilan dalam melawan polio di Tanah Papua,kita harus optimis pelaksanaan respon kejadian luar biasa KLB polio bukan hal yang baru bagi kita pada tahun 2019 lalu kita pernah mengalami kejang dan berhasil membuktikan bagaimana upaya-upaya yang kita lakukan akhirnya membawa cakupan vaksinasi kita hingga 95 persen,"ungkapnya.
| Dorong Pelaku Usaha OAP Melek Digital, Biro PBJ Papua Sosialisasikan E-Katalog Versi 6 |
|
|---|
| Tong Baronda Ajak Anak Muda Papua 'Gear Up': Dari Gagasan Besar hingga Bisnis Berkelanjutan |
|
|---|
| Ribka Haluk Dilantik Jadi Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua |
|
|---|
| Berikut Program Prioritas Dinas PUPR Papua yang Tengah Berjalan |
|
|---|
| Papua Satu dari Tiga Provinsi di Indonesia yang Jalankan Program Genting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/13052024-Suzanaa.jpg)